SELASA, 17 MEI 2016
SOLO—Menjelang bulan puasa, penjual bunga tabur untuk acara sadranan atau ziarah kubur mulai marak di Solo, Jawa Tengah. Menurut kalender Jawa saat ini yang sudah memasuki bulan ruwah, sering diikuti dengan tradisi ziarah kubur sebelum puasa, yang membuat pedagang bunga mulai berdatangan di Solo.

“Memasuki musim Sadranan ini permintaan bunga semakin tinggi. Tak aneh jika banyak pedagang bunga dadakan yang juga berjualan di pasar sini,” ujar Sulami, salah satu pedagang bunga di Pasar Kembang, Solo, kepada Cendana News, Selasa siang (17/5/16).
Kata Sulami, di hari normal, pasaran bunga tabur untuk makam tidak sebanyak saat memasuki bulan ruwah. Sehari hanya tiga-empat pondok, namun memasuki bulan ruwah ini pedagang mampu menjual sepuluh pondok. “Harganya pun juga naik dibanding hari hari biasa,” jelasnya. .
Bagi Sulami dan pedagang lain, memasuki bulan Ruwah sama halnya menjadi musim panen bagi penjual bunga tabur. Sebab, di musim inilah pedagang mampu meraup untung banyak, karena pelanggan yang dating juga banyak. Dalam sehari rata-rata omset yang didapat kisaran 200 ribu, di bulan Ruwah ini mampu menembus 500 ribu sampai satu juta,” ungkapnya.
Untuk memenuhi permintaan bunga yang meningkat, pedagang bunga juga menambah stoknya. Bahkan tidak sedikit yang menjadi penjual dadakan, karena di musim sadranan harga bunga lebih tinggi dari hari hari biasanya. Bunga ziarah yang dijual berupa Mawar merah. Mawar putih. Mawar pink, Melati dan Kenanga.
“kami juga melayani penualan dalam ukuran besar maupun kecil. Untuk ukuran kecil yang dibungkus daun seharga lima ribu rupiah, keranjang kecil dengan harga 20 hingga 25 ribu rupiah .dan pondokan seharga lima puluh ribu rupiah,” tambah Sulatmi pedagang bunga lain.
Menurut Sulatmi, harga bunga tabur untuk ziarah ini akan terus meningkat hingga dua kali lipat mendekati hari puasa. Tingginya minat warga yang membeli bunga untuk ziarah ini membuat pedagang rela menggelar lapaknya di pinggir jalan. yang berada disekitar Pasar Kembang Solo. Pemandangan ini tidak seperti hari-hari biasanya yang mana pedagang bunga tabur hanya berjualan dalam Pasar Kembang saja. (Harun Alrosid)