SABTU, 28 MEI 2016
BALIKPAPAN – Usaha warung makan dan minuman mulai membanjiri kota Balikpapan. Dari sekian banyaknya usaha kuliner itu ada pendatang baru dan pelaku usaha kuliner yang bertahan ditengah persaingan yang kian kuat.

Untuk mampu bersaing dalam usaha kuliner atau warung makan, pasti pelaku usaha melakukan inovasi untuk menarik penggunjung atau konsumen datang ke warungnya atau restoran.
Salah satunya warung makan bubur ayam Kartika di Balikpapan. Warung bubur ayam yang sudah ada sejak 14 tahun lalu itu mampu bersaing dengan pelaku usaha makanan lainnya. Kurnia Sutanto pemilik warung bubur ayam Kartika mengaku harus berinovasi menu yang disajikan untuk pelanggan.
“Menu bubur ayam menjadi menu utama dari warung kami, tapi banyak pilihan disini seperti nasi uduk, soto ayam dan sajian minumannya yang khas yakni teh poci,” katanya saat ditemui diwarung bubur ayam dikawasan Pasar Baru Kota Balikpapan.
Pria kelahiran Bandung ini, tahun ini menambah menu makanan agar pelanggan tidak bosan dengan menu yang ditawarkan setiap harinya.
“Sejak bulan lalu kami ada menu nasi Bancakan yakni nasi liwet yang disajikan diatas daun pisang, dan lauk pauk maupun sayur tinggal pilih sesuai selera,” beber Kurnia, Sabtu (28/5/2016).
Penyajian yang sederhana dengan pilihan lauk dan sayuran seperti tumis kangkung dan pepes menjadi nasi bancakan ini menu pilihan favorit pengunjung beberapa hari terakhir.
Harganya juga tidak mahal untuk satu porsi nasi hanya Rp10 ribu dan untuk lauk maupun sayur disesuaikan harganya.
Kurnia menambahkan menu baru nasi bancakan ini menjadi inovasi baru diwarung bubur ayam Kartika. Dan ini salah satu upayanya untuk terus bertahan pada bisnis kuliner.

Sementara itu, salah satu pengunjung Iptu Suharto mengatakan menu baru nasi bancakan ini sangat enak, apalagi makannya beramai-ramai.
“Sayur tradisional dan sambal maupun lauknya membuat kita ingin nambah terus. Makan nasi bancakan serasa makan dikampung halaman,” tambahnya.
[Ferry Cahyanti]