Harga LPG Melon di Kepulauan Sapeken Tembus Rp 28ribu

SELASA, 31 MEI 2016

SUMENEP — Harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi yang harus menggunkan perahu dan tingginya permintaan Liquified Petroleum Gas (LPG) jenis melon di wilayah kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat harga mengalami peningkatan. 
“Mulai sekarang harga LPG jenis melon sudah mulai merangkak naik, padahal ini masih belum bulan Puasa. Kemungkinan besar kedepan harga itu semakin tidak terkontrol, karena jelas permintaan terus meningkat,” kata Rahmad (39) salah seorang warga Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Selasa (31/5/2016).
Disebutkan, tingginya LPG jenis melon seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah, selama ini distribusi ke wilayah kepulauan masih ditanggung oleh pedagang.
“Ya selama tidak ada subsidi biaya distribusi, maka harga LPG di kepulauan selalu berbeda dengan di daratan. Karena biaya tinggi itu diongkos angkutan yang harus menggunakan perahu, sebab sampai sekarang memang belum ada transportasi yang di sediakan oleh Pertamina,” jelasnya.
Biasanya para pedagang melakukan aktivitas bongkar muat tabung LPG melon berukuran 3 Kilo gram di pelabuhan Gersik Putih, Kecamatan Kalianget. Mereka menanggung biaya angkutan dari pelabuhan hingga tiba di wilayah kepulauan, maka setibanya masih ada juga yang harus diangkut kembali ke daerah pulau lain yang masih masuk kabupaten daerah, itupun menggunakan perahu lain yang kembali mengeluarkan biaya. Harga yang harus dibayar oleh pembeli di kepulauan Rp. 28.000 per tabung dengan harga standar Rp16-18 ribu pertabung.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk membantu proses pendistribusian LPG ke wilayah kepualuan, agar warga kepualuan juga bisa menikmati barang bersubsidi yang dapat membantu warga miskin,” pungkasnya. 
[M. Fahrul]
Lihat juga...