SABTU, 23 APRIL 2016
Editor : Rustam Djamaluddin
YOGYAKARTA — Umumnya, pohon pisang hanya dimanfaatkan buahnya saja. Namun, bagi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Seruni di pedukuhan Gamelan, Sendangtirto, Bebah, Sleman, pohon pisang dimanfaatkan utuh. Mulai dari buahnya, daun dan batang pohonnya. Bahkan, juga bagian akarnya pun diolah menjadi bahan saos sambal yang enak dan bernilai jual lumayan.

Adalah Ratna Prawira, warga asal Ambon Kepulauan Maluku yang mengajarkan berbagai hasil olahan dari pohon pisang kepada sejumlah ibu-ibu warga pedukuhan Gamelan. Sejak tahun 2000, lalu, Ratna mencoba mengolah beragam makanan dari bahan pohon pisang, mulai dari daun, batang dan akarnya.
Di tangan kreatifnya tersebut, daun pisang bisa dibuatnya menjadi sirup. Lalu, kulit pisangnya dibuat menjadi keripik dan akar pohon pisang atau yang biasa disebut dengan bahasa setempat sebagai bonggol, diolah menjadi saos sambal yang berasa nikmat.
Ratna yang karena kepiawaiannya meracik makanan unik kemudian didaulat menjadi Ketua Kelompok Wanita Tani Seruni yang beranggotakan 30 orang, bisa menghasilkan 20 varian makanan terbuat dari pohon pisang. Hasil olahannya pun sudah mengantongi label aman konsumsi dari Departeman Kesehatan dan telah lolos Uji Laboratorium. Alhasil, produk olahan kreatif itu pun kini menjadi salah satu sumber ekonomi bagi warga anggota Kelompok Wanita Tani Seruni.
Ratna yang ditemui Jumat (22/4/2016), mengatakan, dari hasil penjualan beragam produk olahan kreatif tersebut pihaknya mampu mendatangkan keuntungan sekitar Rp. 2-3 Juta. Bahkan, tak hanya keuntungan materi saja yang diperolehnya. Melainkan, juga berbagai penghargaan baik dari pemerintah maupun dari swasta.
Sekiranya tak berlebihan pula, jika kemudian Ratna dianggap sebagai sosok inspiratif. Terhadap berbagai penghargaan yang diperolehnya itu, Ratna tetap berendah hati. Ia mengaku, yang diperbuatnya itu semata hanya untuk memberdayakan kaum ibu. Dan, dengan senang hati, Ratna mempersilahkan siapa pun yang ingin tahu cara membuat beragam olahannya untuk datang saja ke rumahnya. Ratna mengatakan, apa yang diperbuatnya hanya butuh keuletan dan ketekunan. “Tak perlu modal besar, asal tekun semua bisa membuahkan hasil”, pungkasnya. (Koko Triarko)