Titiek Soeharto: Produktifitas Pertanian Perlu Terobosan Manajemen

SENIN, 28 MARET 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko 

YOGYAKARTA — Guna meningkatkan produktifitas pertanian, Wakil Ketua Komisi IV Bidang Pertanian, Perikanan, Kelautan, Kehutanan, dan Lingkungan Hidup, Titiek Soeharto menyatakan perlunya terobosan manajemen di bidang pertanian yang mampu memberikan efisiensi usaha bagi petani.
Penyerahan simbolis bantuan traktor
Terobosan tersebut antara lain bisa dilakukan melalui perlindungan petani, meliputi penyaluran subsidi, penguatan kelembagaan petani, dan memberikan kesempatan petani dalam mengembangkan usaha pengelolahan hasil panen sehingga menambah hasil bagi petani. 
Sementara itu, pemerintah dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian telah melakukan berbagai upaya, antara lain dengan meningkatkan luas tanam dengan mencetak lahan baru seluas 1 juta hektar, memberikan bantuan bibit unggul, bantuan pupuk serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Demikian diungkapkan Titiek Soeharto dalam pertemuan dan penyerahan bantuan Alsintan berupa 21 unit traktor roda dua kepada 21 Kelompok Pertanian di Kantor Dinas Pertanian Kulonprogo, Senin (28/3/2016).
Pertemuan bersama Poktan penerima bantuan Alsintan
Titiek mengatakan, dalam upaya peningkatan produktiftas pertanian itu, pihaknya melalui Komisi IV DPR RI, juga telah menyetujui anggaran Kementerian Pertanian tahun 2016 sebesar Rp. 31,5 Trilyun, yang dialokasikan untuk jaringan irigasi tersier, perbaikan irigasi, pengadaan benih, bantuan pupuk, Alsintan dan penyuluhan serta pendampingan petani.
 “Kami Komisi IV DPR RI juga telah mendorong pemerintah untuk menyalurkan bantuan sebanyak 50.000 traktor roda dua, yang 200 traktor di antaranya disalurkan ke wilayah DIY. Kami pun juga melakukan pengawasan terhadap program-program pemerintah seperti penyaluran bantuan Alsintan 21 unit traktor ini”, ujarnya.
Penyerahan cinderamata kepada Kadinas Pertanian Kulonprogo, Bambang Tri
Pertemuan dan penyerahan bantuan 21 Unit Traktor Roda Dua, juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo; Kepala Dinas Pertanian Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono; Komandan Kodim 0731 Kulonprogo, Letnan Kolonel Armed Gunawan; dan sejumlah perwakilan anggota DPRD Kabupaten dari Fraksi Partai Golkar dan sejumlah jajaran terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, upaya peningkatan produktifitas pertanian sebenarnya telah dilakukan sejak zaman pemerintahan Presiden Soeharto. Saat itu, Pak Harto mengembangkan masa tanam padi, yang jika sebelumnya harus menunggu selama 5 hingga 6 bulan menjadi lebih pendek dan melimpah hasilnya. 
Maka, pada saat itu mulai diupayakan adanya bibit unggul, mulai dari varietas padi PB 5, PB 8, IR 36, IR 64 dan seterusnya hingga sekarang yang terus berlanjut dengan berbagai inovasi bibit unggul.
Foto bersama Wakil Bupati Kulonprogo, H Sutedjo dan penerima bantuan
Selain dengan berbagai upaya inovasi bibit unggul, tidak kalah pentingnya dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian adalah sarana dan prasarana pertanian seperti halnya traktor. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kulonprogo, Bambang Tri  Budi Harsono. Alat pertanian seperti traktor, katanya, dibutuhkan guna mendukung keserempakan pengelolaan lahan dan masa tanam. Karena dengan keserempakan masa tanam itu, ketersediaan air bisa dikendalikan dan memutus siklus Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). 
“Maka, bantuan traktor ini sangat diperlukan guna mendukung keserempakan pengelolaan lahan untuk keserempakan masa tanam”, pungkasnya. 
Lihat juga...