KAMIS, 10 MARET 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid
SOLO — Ormas Pro Jokowi (Projo) Solo Raya mendesak Presiden untuk segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL), menyusul turunnya harga minyak dunia. Namun hingga kini pemerintah justru terkesan menunda menurunkan harga.
![]() |
| Projo Solo Raya |
“Harga minyak dunia turun tapi harga BBM di dalam negeri belum diturunkan. Ini yang kami pertanyakan,” ujar ketua DPD Projo Jawa Tengah, Sugeng Setiadi dalam jumpa persnya, Kamis siang (10/3/16).
Disebutkan, pihaknya meminta kejelasan terkait harga BBM yang hingga saat ini masih bertahan diangka Rp 7.150 per liter untuk jenis premium. Padahal sesuai hitungan, BBM bersubsidi di dalam negeri sudah dikisaran angka Rp 5.500 per liternya.
“Selisih harga ini kemana larinya, itu yang harus dijelaskan,” terangnya.
Desakan muncul dari DPC-DPC Projo di Solo Raya, dan akan menjadi gerakan nasional.
“Ini muncul murni dari kami yang ada di Solo Raya, kita harapkan memang jadi gerakan nasional,” tambahnya.
Sementara itu, ketua DPC Projo Boyolali, Nurbiantoro meminta Presiden untuk tidak mengabaikan kepentingan rakyat kecil. Dengan menunda penurunan harga BBM dan TDL secara langsung mengenai rakyat kecil, karena kedua hal tersebut langsung dirasakan.
“Sementara harga BBM di negara tetangga sudah lebih murah karena minyak dunia turun. Indonesia kok belum,” tanyanya.
Presiden Jokowi menurut Nurbiantoro sudah menunggu harga BBM dan TDL diturunkan. Selain itu, selisih harga BBM sesuai perhitungan Projo dan realisasi saat ini belum ada keterangan lebih lanjut dari Kabinet Jokowi.
“Selisih harga ini bisa untuk menutup biaya pembangunan infrastruktur, biaya kesehatan ataupun ekomoni. Tapi sejauh ini belum ada kejelasannya,” ungkapnya.
Desakan kepada Presiden Jokowi untuk menurunkan TDL juga berkaitan dengan turunnya harga batu bara, sebagai sumber listrik.
“Untuk TDL ini khususnya yang 900 what kebawah, yang berkaitan dengan rakyat kecil,” paparnya dalam jumpa pers yang digelar di salah satu rumah makan di Solo.

Desakan kepada Jokowi untuk menurunkan harga BBM dan TDL ini diwujudkan dalam Surat Terbuka. Surat tersebut akan dikirimkan ke Presiden dan Komisi VII DPR RI paling lambat Senin (14/03) mendatang. Diharapkan April 2016 desakan Projo Solo Raya ini dapat direalisasikan.