Mengenal Taman Anggrek Indonesia Permai di Taman Mini Indonesia Indah

SABTU, 6 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Miechell Kuagouw / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Miechell Kuagouw

Liputan Khusus TMII—Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP) adalah salah satu kekayaan  Indonesia yang dipamerkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Salah satu maha karya era Orde Baru ini bisa ada karena dukungan penuh dari Yayasan Harapan Kita, yang kemudian diresmikan pada tanggal 20 April 1993 oleh Presiden Republik Indonesia, HM Soeharto.  memberikan ruang khusus bagi pembudSekaligus memberikan wadah bagi pedagang sekaligus kolektor anggrek nusantara. 

Taman Anggrek Indonesia Permai


TAIP bukan hanya deretan kios bunga anggrek tapi lebih dari itu merupakan ikatan kuat bagi pembubidaya, pedagang dan kolektor anggrek di Indonesia.

Bunga anggrek yang mendominasi di TAIP adalah bunga anggrek spesies (jenis) anggrek bulan  (phalaenopsis amabilis). Selain keindahannya, anggrek bulan sendiri merupakan anggrek asli Indonesia yang telah ditetapkan pemerintah Orde Baru sebagai Puspa Pesona, yaitu salah satu Bunga Nasional Indonesia. Yang dimaksud bunga nasional adalah bunga yang dapat mewakili karakteristik sebuah bangsa dan negara. Indonesia sendiri memiliki tiga bunga nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4/1993.

Prasasti peresmian Taman Anggrek Indonesia Permai

Tiga bunga nasional tersebut adalah, bunga melati putih (Jasminum sambac) sebagai puspa bangsa, bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona, dan bunga padma raksasa (Rafflesia arnoldii) sebagai puspa langka. Puspa bukan bahasa serapan, puspa adalah bahasa asli Indonesia merupakan bentuk lain dari Puspita yang berarti bunga atau perempuan. Dalam bahasa Jawa, Puspa dibaca dengan “Puspo” yang berarti kembang (bunga). Jadi puspa bangsa, puspa pesona dan puspa langka adalah bentuk penghargaan pemerintah pada masa itu kepada kaum perempuan di seluruh Indonesia melalui bunga.

Penghargaan kepada kaum perempuan Indonesia melalui TAIP yang ada di Taman Mini Indonesia Indah memang lah tidak berlebihan karena pemilik ide cemerlang berdirinya TMII adalah Ibu Negara Tien Soeharto. (Baca : TMII Wujud Pemahaman Ibu Tien Soeharto tentang Wawasan Nusantara). Anggrek bulan yang menebarkan keharuman yang khas, dan mampu waktu mekarnya cukup lama, seolah mewakili keharuman Nusantara yang oleh Ibu Negara diwujudkan dalam TMII yang masih mekar hingga kini.

Sebagai pusat informasi anggrek dan balai penelitian sekaligus pengembangan bibit anggrek, TAIP membantu seluruh pedagang anggrek di lokasi TAIP dalam pembibitan. Unit laboratorium TAIP akan mengembangkan bibit anggrek hingga usia 1,5 tahun untuk kemudian  menyerahkannya kepada para pedagang di tiap-tiap kios agar dilanjutkan pemeliharaannya sekaligus diperdagangkan dengan seluruh keuntungan adalah menjadi milik para pedagang.
Harapan para pedagang anggrek di kios TAIP adalah bisa mengembangkan lebih banyak anggrek selain jenis anggrek bulan. Dan hal ini butuh kerja keras dari semua pihak, yaitu balai pengembangan anggrek TAIP serta para pedagang. Menurut salah satu pedagang anggrek di TAIP yang bernama Pak Jaka, sekarang ini ada beberapa spesies bunga hias yang dikembangkan di TAIP salah satunya , bunga bromelia.

Kumpulan Berita
Lihat juga...