KAMIS, 11 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Bobby Andalan / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Bobby Andalan
BALI—Sehari setelah Hari Raya Galungan merupakan momen yang ditunggu oleh anak-anak di Bali. Sebabnya, pada hari yang disebut Manis Galungan itu anak-anak akan meraup
banyak rezeki.
![]() |
| Anak-anak persiapan keliling desa |
Anak-anak akan melakukan tradisi keliling desa sembari menarikan barong bangkung dari rumah ke rumah. Tarian mereka akan diiringi oleh gamelan khas Bali yang juga dimainkan oleh rekan mereka.
Mangku Paksi, tokoh muda Hindu di Denpasar menuturkan, tradisi barong ngelawang merupakan wujud kegembiaraan yang bertujuan membersihkan hal buruk di sekitar kita.
“Tarian barong bangkung merupakan ngelawang mengitari banjar dari rumah ke rumah warga. Ada filosofinya yaitu untuk tujuan kegembiraan dan membersihkan hal buruk di areal kita. Hanya anak-anak yang melakukan ini,” ungkap Mangku Paksi di Denpasar.
Menurut Mangku Paksi, biasanya usai menari sesaat di rumah warga, pemilik rumah memberikan sedekah seadanya sebagai wujud pemberian tulus atas kreasi yang ditampilkan anak-anak.
Umumnya ngelawang barong bangkung ini selalu dimainkan oleh anak-anak di masing masing banjar. Ia melanjutkan, ngelawang barong bangkung tidak hanya dilakukan pada hari ini saja, tetapi selama tiga hari ke depan setelah hari raya Galungan.
“Kan tidak mungkin dalam sehari semua rumah penduduk bisa didatangi di banjar. Biasanya anak-anak selama tiga hari menyisirnya,” pungkasnya.