Dua Jembatan Lintas Kabupaten Bertahan dengan Batang Kelapa

KAMIS, 25 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Nyaris setahun harapan masyarakat untuk mendapatkan infrastruktur yang memadai belum terwujud, dua  jembatan di Kecamatan Candiupuro, penghubung ke  Kecamatan Sidomulyo saat ini kian memprihatinkan. Beberapa batang kelapa digunakan sebagai penopang urukan tanah agat pengendara dapat melintasinya.

Jembatan di Desa Beringin Kencana yang masih menggunakan batang kelapa
Berdasarkan pantauan Cendana News, kerusakan jembatan Way Trucuk di Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro, penghubung kecamatan sekaligus Kabupaten Lampung Selatan menuju Kabupaten Lampung Timur Lampung Selatan terjadi beberapa kali di tahun 2015. Hingga kini, infrastruktur sepanjang enam meter dan lebar sekitar 3 meter belum diperbaiki. Tak hanya itu, jembatan serupa pun belum mendapat perbaikan permanen di Desa Beringin Kencana Kecamatan Candipuro dan masih menggunakan jembatan kayu kelapa.
Seorang warga desa Sidoasri, Usman (45) mengungkapkan, jembatan  Way Trucuk sudah dibangun sejak tahun 1974  dan merupakan penghubung Kecamatan Sidomulyo-Candipuro. Masyarakat setempat sempat memperbaiki secara swadaya sambil menunggu perbaikan dari pemerintah. Kerusakan semakin diperparah dengan banyaknya kendaraan bertonase berat yang melintas di jembatan tersebut.
Beberapa warga bahkan sempat ditugaskan untuk berjaga di sekitar jembatan tersebut untuk mengatur lalulintas. Jika tidak ada warga, dikhawatirkan terjadi kecelakaan lalu lintas. Namun karena kerusakan sudah terjadi nyaris setahun akhirnya warga membiarkan kedua jembatan tersebut.
Selain jembatan Way Trucuk, jembatan di Desa Beringin Kencana yang merupakan  jelan lintas Kabupaten pun kondisinya masih tetap menggunakan batang kelapa paska ambrol. Beberapa material bahkan sudah terjatuh ke dalam sungai, sementara penguatan dilakukan dengan menguruk material tanah ke batang kelapa yang ada di atas sungai. Warga desa terpaksa melakukan swadaya untuk memperbaiki jembatan.
“Perbaikan dilakukan secara swadaya dari batang kelapa milik warga karena sangat membahayakan jika tidak segera dibuat jembatan darurat, kami pun bergotongroyong memperbaiki dengan bahan seadanya,” ujar Saman warga Desa Beringin Kencana.
Jembatan Way Trucuk di Desa Sidoasri
Warga mengaku kerusakan jalan dan jembatan  tersebut dikuatirkan akan semakin parah dengan datangnya musim penghujan yang sudah melanda sebagian besar wilayah Lampung Selatan. Aliran sungai di bawah jembatan bahkan bisa meluap dan menggerus pondasi yang sebagian besar sudah ambrol.
Aparat dua desa bahkan telah menyampaikan kondisi kerusakan ke instansi terkait. Bahkan camat Kecamatan Candipuro dalam pertemuan dengan masyarakat mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan ke instansi terkait.
“Kedua jembatan masuk di lintas jalan antar Kabupaten dan merupakan ruas jalan provinsi sehingga pengajuan masih ke provinsi, sedang kita tunggu relasisasinya,”ujar Afandi.
Warga berharap perbaikan kedua jembatan di Kecamatan Candipuro segera dilakukan karena saat ini sebagian besar petani Candipuro menunggu saat akan panen padi. Kondisi jalan yang masih rusak dengan dua jembatan masih menggunakan batang kelapa dikuatirkan akan memperlambat distribusi hasil pertanian dari Kabupaten Lampung Selatan menuju Kabupaten Lampung Timur dan sebaliknya.

Lihat juga...