Tak Ada Rumah Dinas, Kepala Sekolah SDN Baokrenget Tinggal di Perpustakaan

MINGGU, 17 JANUARI 2016
Penulis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed Derosary

CATATAN JURNALIS—Kepala Sekolah SDN Baokrenget, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka sejak sekolah ini menjadi sekolah definitif atau berdiri sendiri tahun 2011 harus tidur di ruangan perpustakaan. Sebelum menempati ruangan perpustakaan kepala sekolah mempergunakan ruangan kepala sekolah sebagai tempat tinggalnya.

Kepala sekolah SDN Baokrenget,Firmus Piru

Ketiadaan rumah dinas guru menyebabkan kepala sekolah bersama isteri dan anaknya terpaksa mempergunakan ruangan perpustakaan sebagai tempat tinggal. Sementara itu para guru yang berstatus pegawai negeri harus mencari rumah tinggal masing-masing .Ada yang tinggal di rumah warga dengan menyewanya atau kontrak dan ada yang menumpang.
Dikatakan Firmus, tiga guru honor kebetulan warga dusun desa tersebut sementara guru lainnya tinggal di dusun lain. Kalau guru dari luar desa terpaksa menetap di rumah warga atau membangun rumah sederhana sendiri di luar kompleks sekolah.
Sekolah dengan jumlah guru 12 orang ini sebut Firmus, 6 orang berstatus pegawai negeri sementara sisanya meupakan guru honor. Tiga tenaga guru honor merupakan warga asli Dusun Baokrenget sementara sisanya dari Dusun Welin Watut dengan umlah murid sebanyak 120 orang. Firmus mengakui, semua fasilitas belajar mengajar tergolong lengkap meski ada kekurangan sedikit saja seperti buku pelajaran.
Ruangan perpustakaan yang dipergunakan sebagai tempat tinggal kepala sekolah dan keluarga
SD yang didirikan tahun 2000 ini awalnya merupakan SD Kaki atau diistilahkan sekolah jauh cabang dari SDN Lere. Tahun 2004 saat Gunung Egon meletus sekolah tersebut bubar dan melebur kembali dengan sekolah induk di Dusun Lere ketika berada di tempat pengungsian di Desa Natakoli. Setelah setahun di pengungsian, tahun 2005 sekolah tersebut kembali beraktifitas di dusun Lere kembali. 
Pada tahun 2008 papar Firmus, sekolah kaki kembali berpindah ke Dusun Baokrenget dan dibangun sederhana dengan memakai dinding bambu belah (Halar). Bangunan sekolah permanen dikerjakan tahun 2011 memakai dana PNPM. Ruangan  kelas yang dibangun dengan dana ini pun hanya dua saja. Sementara itu 3 ruangan dibangun dengan dana alokasi khusus (DAK). Sedangkan sebuah ruangan guru dan perpustakaan mempergunakan dana bergulir PNPM. Kekurangan di sekolah ini ungkap Firmus hanya rumah dinas guru, ruang guru dan wc (yang sekarang ini hanya ada dua). 
Disaksikan Cendana News, bangunan SDN Baokrenget semuanya berdinding semen dan dicat. Latainya pun sudah di semen. Fasilitas alat musik juga tersedia seperti gitar. Masih ada tanah lapang di sebelh timur dan utara bangunan sekolah yang masih bisa dipergunakan sebagi bangunan rumah dinas guru. Ruangan perpustakaan yang dipergunakan kepala sekolah berada di ujung deretan ruangan di sebelah barat.
SDN Baokrenget Desa Egon Gahar kecamatan Mapitara
Lihat juga...