MINGGU, 17 JANUARI 2016
Penulis: Ebed De Rosary / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Ebed De Rosary
CATATAN JURNALIS—Puskesmas Mapitara yang berada di Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka sejak 6 bulan lalu tepatnya bulan Agustus 2015 praktis tidak memiliki air bersih. Akibat ketiadaan air bersih, para pasien rawat inap di puskesmas megah yang dijadikan rumah sakit mini ini harus membawa bekal air bersih dari rumah.
![]() |
| Puskesmas Mapitara yang tidak memiliki air bersih |
Bak penampung air dari semen setinggi 2 meter dan lebar sekitar 4 meter hanya terisi angin.
Pipa-pipa besar yang menyalurkan air ke bak hanya sekedar dijadikan pajangan saja. Bukan cuma itu, para tenaga medis yang bertugas di puskesmas ini harus mandi di kali yang berjarak sekitar 1 kilomter dari puskesmas. Untuk mendapatkan air minum, para tenaga medis pun harus berebutan dengan warga dusun dan antri ber jam-jam hanya untuk mendapatkan satu jerigen air berisi 5 liter. Namun demikian, airnya pun hanya mengalir selama satu jam saat pagi.
![]() |
| Tim Medis Puskesmas Mapitara |
Yusminus kepala puskesmas Mapitara mengeluhkan hal ini. Sumber mata air ada di sekitar desa tetapi kenapa Puskesmas Mapitara selalu kekurangan air. Bahkan saat kegiatan Hari Kesehatan Nasional secara besar-besaran yang dipusatkan di puskesmas ini dan dihadiri pejabat pemerintah kabupaten, pihaknya pun masih mengalami kekurangan air.
Sementara itu, Fany Hago, bidan yang bertugas di puskesmas mengatakan ada bak penampung berukuran besar tapi sudah kosong sejak 6 bulan silam sementara sebelumnya airnya selalu terisi. Para tenaga medis terpaksa beli air minum kemasan. Pihaknya tidak mampu membeli air dari mobil tangki karena distribusi dari Kota Maumere sangat jauh dan medannya sangat sulit,
Jika ada yang mau harganya bisa diatas 1 juta rupiah untuk satu tangki ukuran 5 ribu liter.
![]() |
| Tempat penampungan air yang hanya berisi angin |
Dikatakan Fany,puskesmas yang dibangun tahun 2010 ini terbilang lengkap dan fasiitas gedungnya tergolong mewah, Jumlah tenaga medis yang bertugas sebanyak 35 orang, dimana 25 orang PNS sedangkan sisanya 10 orang merupakan tenaga kerja sukarela. Air memang mengalir tapi paling lama hanya satu jam saja dan antriannya juga panjang sekali.
Sedangkan Dokter Ruma Partahi Sodugaon Sinaga yang bertugas sejak bulan April 2015 di puskesmas Mapitara menyampaikan dirinya hanya meminta kalau bisa kepala dinas harus turun tangan melihat kondisi ini dan segera mengatasinya. Dokter Ruma juga meminta agar kepala desa menyiapkan air untuk puskesmas. Keadaan ini kata dokter Ruma bukan cuma menggangu tapi sangat memalukan.
![]() |
| Add caption |
Cendana News berinisiatif melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka,. dr.Maria BS Nenu,MPH selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka mengakui hal ini. Maria mengatakan, masalah air merupakan urusan pihak desa dan dinas Pekerjaan Umum. Saat dikatakan tenaga medis harus antri air bersama warga dan mandi di kali meski sudah dilarang petugas BPBD Maria hanya diam dan tidak berkomentar.
![]() |
| Kepala puskesmas Mapitara.,Yusminus yang sedang mengantri air di keran air depan puskesmas |



