Bank Papua Rangkul Bank Jerman Hadirkan Kredit Papua Sejahtera

SELASA, 26 JANUARI 2016
Jurnalis: Lidya Salmah / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Lidya Salmah

JAYAPURA—PT Bank Papua menggandeng salah satu bank asal Jerman dalam pengembangan penyaluran produk kredit layanannya di Provinsi Papua. Produk baru yang telah diluncurkan Bank Papua ini diberi nama Kredit Papua Sejahtera, dimana kredit itu  diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat Papua yang latar belakang ekonomi lemah.

Direktur Utama PT Bank Papua Johan Kafiar bersama Perwakilan Bank Sparkassen Jerman Michael Kuhl dan Mama-Mama Papua saat foto bersama disela-sela peluncuran Kredit Papua Sejahtera. 

Direktur Utama PT Bank Papua Johan Kafiar mengatakan, kerja sama dengan Bank Sparkassen Jerman itu dilakukan untuk memaksimalkan penyaluran kredit mikro, karena hampir 200 tahun Sparkassen sebagai bank daerah di Jerman dinilai mampu meningkatkan kehidupan masyarakat ekonomi lemah.

“Kami menjalin kerja sama dengan Sparkassen Bank dari Jerman untuk berbagi ilmunya dalam mengembangkan sistem kredit mikro yang kami buat. Bentuk kerja sama yang diberikan yakni teknik pendampingan kepada para analis kredit mikro Bank Papua,” kata Kafiar, di Jayapura, Papua, Selasa (26/1/2016).
Kafiar mengatakan, dibandingkan dengan produk kredit mikro yang sudah lebih dulu dihadirkan Bank Papua, Kredit Papua Sejahtera lebih memberikan kemudahan bagi masyarakat. Persyaratannya pun tidak rumit, cukup melampirkan KTP dan jaminannya pun dibawah tangan alias tidak perlu ke lembaga-lembaga legal karena nantinya akan lebih menyulitkan mereka. Kemudian pencairannya juga cepat hanya sekitar tiga hari.
“Karena itu kami harapkan dengan kerjasama ini kita bisa mengajak mama-mama Papua untuk menjadi nasabah kami dan lebih mengenal lagi soal bank,” terang Kafiar.
Untuk tahun pertama  Bank Papua menargetkan sekitar 1.627 orang nasabah yang akan dilayani 15 Bank Papua cabang pembantu di seluruh Provinsi Papua. Dan dari 1.627 nasabah itu, 127 nasabah disiapkan khusus bagi  Mama-Mama Papua yang selama ini belum begitu kenal dengan produk perbankan.

“Kita siapkan kredit berpola Mama-Mama Papua ini diberikan dengan kisaran dana mulai dari Rp1juta hingga Rp10 juta. Namun perlu diketahaui juga bahwa kredit ini bukan saja diperuntukkan bagi masyarakat asli Papua, tetapi semua masyarakat yang ada di Papua, termasuk pendatang juga bisa. Yang penting tempat tinggal dan usaha mereka harus benar-benar ada disini, jangan sampai hanya numpang tinggal terus pergi lagi,”tegasnya.
Sementara itu untuk mengantisipasi kredit macet, Bank Papua juga bekerjasama dengan pihak Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) yang telah dibentuk oleh pemerintah.

“Jadi semua kredit yang kita salurkan akan dijaminkan di Jamkrida, begitu ada masalah maka Jamkrida yang akan menjamin sehingga tidak ada kredit yang bermasalah,”terangnya.
Kafiar juga membeberkan soal suku bunga bank yang diterapkan 13 persen, namun suku bunga itu bisa berubah atau diturunkan sesuai dengan bunga yang ditetapkan oleh pemerintah. “Bunga bisa berubah. Kalau untuk jangka waktu pengembalian kredit berkisar satu hingga tiga tahun. Ya kita sesuaikan kemampuan nasabah,” pungkasnya.
Lihat juga...