Penulis: Henk Widi / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Henk Widi
CATATAN JURNALIS— Kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup di daerah baru terbuka lebar bagi warga di Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung dengan mengikuti program transmigrasi. Bahkan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan membuka pendaftaran bagi warga yang berminat untuk mengikuti program transmigrasi pada tahun 2016.
Besarnya minat warga untuk mengikuti program transmigrasi tersebut terlihat dari banyaknya pendaftar program perpindahan penduduk tersebut. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lampung Selatan mencatat hingga bulan Januari sudah sebanyak 30 Kepala Keluarga yang mendaftar program transmigrasi.
Meski demikian kesempatan mengikuti program tersebut hanya terbuka bagi 15 kepala keluarga (KK) yang mendaftar. Sebab, kuota yang tersedia hanya sebanyak 15 KK tahun ini.
Berdasarkan informasi program transmigrasi tahun ini bagi penduduk yang sudah mendaftar akan diberangkatkan ke Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamsel Ridwan, SH mengungkapkan, satuan kerjanya belum dapat memastikan kapan waktu pemberangkatan transmigrasi tahun ini. Meskipun demikian proses pendaftaran dan seleksi akan tetap dilakukan.
“Sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan, para peserta transmigrasi akan diberikan pelatihan selama satu minggu, di Disnakertrans Provinsi Lampung. Sekarang, panitia baru melakukan seleksi pesertanya. Lamsel, memiliki kuota sebanyak 15 KK,” ungkap Ridwan Senin (25/1/2015)
Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat Lampung Selatan untuk mengikuti program transmigrasi terlihat dari banyaknya pendaftar bahkan kini, sudah terdaftar sebanyak 30 KK lebih yang berminat ikut program transmigrasi ke Kabupaten Kapuas.
“Sebagai lembaga yang menangani program ini kami ingatkan kepada panitia harus benar-benar menyeleksi dengan teliti. Baik latar belakang kependudukan, niat dan komitmen para peserta,” lanjutnya.
Lebih jauh ia mengatakan, dalam program transmigrasi itu peserta yang berangkat akan mendapatkan pengawasan dan pembinaan selama lima tahun oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas. Karena, Pemkab Lamsel dan Kapuas sebelumnya telah bekerja sama dalam hal program tersebut.
“Para transmigram bakal menempati perumahan semi permanen berukuran 6 x 9 berdiri di atas lahan seluas 2.500 meter persegi. Mereka juga akan diberikan garapan lahan pertanian seluas dua hektare untuk memenuhi kebutuhan hidup selama disana,”ungkapnya.
Sementara itu berdasarkan pantauan Cendana News, warga di Kecamatan Palas beberapa diantaranya mengaku belum mengetahui adanya program transmigrasi tersebut. Sopian (30) mengaku ia berminat ikut program tersebut untuk memperbaiki nasibnya.
Sopian mengaku meski sudah menikah ia tetap tinggal di rumah orangtuanya karena belum memiliki lahan meski memiliki keahlian dalam hal pertukangan. Warga Desa Bumidaya ini mengaku ia berharap bisa ikut program transmigrasi dan segera akan mendaftar bersama pendaftar lain.
“Semoga keahlian yang saya miliki bisa digunakan di daerah baru dan bisa merubah nasib saya di tempat tinggal baru dan saya bisa diterima” ungkapnya.
Selama ini ia mengaku masih bekerja sebagai tenaga buruh bangunan untuk mendapatkan penghasilan. Harapan untuk memperoleh lahan serta perumahan dalam program transmigrasi diharapkan bisa mengubah nasibnya lebih baik dibandingkan masih tetap tinggal di desanya.
Sopian kini masih tinggal di rumah orangtuanya yang berukuran 6×8 meter dengan kondisi rumah semi permanen dan masih berlaskan tanah yang dihuni oleh orangtua dan keluarga barunya. Ia beralasan masih belum memiliki lahan untuk membuat rumah atau bercocok tanam.