Tiga Pelabuhan di Lampung, Pengguna Jasa Transportasi Banyak Pilihan

Transportasi laut di Lampung
LAMPUNG — Kehadiran tiga Pelabuhan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Bakauheni, Pelabuhan Panjang Bandarlampung, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Muara Piluk Bakauheni memberikan pilihan bagi pengguna jasa angkutan laut. Mereka dapat memilih sesuai kebutuhan hingga anggaran.
Salah satu pemilik jasa ekspedisi pengangkut barang barang rongsokan, Hasibuan (36) mengaku pilihan jasa penyeberangan tersebut tergantung tujuan serta kebutuhan. Ia mengungkapkan, rekan satu perusahaan ekspedisi yang mengirim barang menuju Surabaya menggunakan jasa penyeberangan di Pelabuhan Panjang, sementara ekspedisi lain yang mengirim jenis komoditas cepat busuk menggunakan jasa pelebuhan milik PT ASDP Bakauheni.
“Kami memang menyesuaikan kebutuhan kalau mau cepat karena banyak pilihan jumlah kapal dan mengangkut sembako, pelabuhan PT ASDP Bakauheni jadi pilihan, tapi jika tak buru buru BBJ bisa jadi pilihan seperti yang kami lakukan saat ini,”ungkap Hasibuan kepada Cendana News, Senin (26/10/2015).
Hasibuan mengungkapkan, sebagai pemilik jasa ekspedisi sekaligus pengurus truk, selisih biaya sekitar Rp200ribu jika dibandingkan menggunakan jasa pelayaran di PT ASDP mengakibatkan ia memilih menggunakan jasa penyeberangan PT BBJ yang lebih murah. Apalagi saat ini PT ASDP menggunakan sistem sensor berdasarkan panjang kendaraan yang tak bisa di “akali” sehingga golongan kendaraan akan dihitung secara komputerisasi. Sementara di BBJ masih menggunakan sistem pengukuran panjang kendaraan dengan manual.
“Kalau kita sebagai pemilik jasa ekspedisi berusaha seefesien mungkin dalam menggunakan biaya operasional yang terpenting pengguna jasa ekspedisi menerima barangnya tepat waktu,”ungkapnya.
Hasibuan saat ini mengaku mengurus sebanyak 20 truk yang menggunakan jasa PT BBJ yang rata rata kendaraan truk dari Jalan Lintas Timur Lampung. Truk truk pengangkut barang tersebut menunggu di area parkir Pelabuhan BBJ untuk menunggu kapal jenis Landing Craf Tank (LCT). Sementara menunggu selama kurang lebih 2,5 jam menunggu kapal LCT dari Pelabuhan Bojonegara Banten, para awak sopir masih bisa melakukan aktifitas makan, mencuci bahkan beristirahat di beberapa lokasi istirahat yang disediakan oleh pelabuhan yang dikelola swasta tersebut.
kapal antri
SENIN, 26 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...