Kasus Perselisihan Hubungan Industrial di Balikpapan Meningkat

BALIKPAPAN — Kasus Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) di Balikpapan terus beranjak naik, bahkan telah melampaui target Disnakersos Balikpapan. Sampai awal oktober 2015 telah mencapai 94 kasus.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan sosial kota Balikpapan, Tirta Dewi mengungkapkan, meningkatnya kasus PHI ini karena imbas oleh situasi ekonomi yang melambat yang dipengaruhi oleh sejumlah factor. 
“ Ya macam-macam faktornya. Kondisi perekonomian sekarang ini sehingga apabila kita salah bertindak saja, bisa  jadi celah untuk PHK. Ini yang pasti terjadi seperti itu,”jelasnya, Minggu (11/10/2015).
Berdasarkan data yang dihimpun Disnakersos Balikpapan kasus PHI tahun lalu hanya mencapai 62 kasus. Sedangkan tahun ini sudah mencapai lebih dari 90 kasus.
Menurutnya, dari 94 kasus PHI tersebut sudah selesai sekitar 60 kasus. “Rata-rata pelanggaran kontrak kerja,” ucapnya. 
Pemerintah kota kini telah membentuk Tim deteksi dini korban PHK yang dimotori oleh Disnakersos, Kesbangpol, Kasat Intel Polres Balikpapan, Apindo, Serikat Pekerja. Salah satunya juga mengantisipasi terjadi kerawanan sosial.
Tirta menuturkan kerawanan sosial akibat gelombang PHK juga perlu diwaspadai. Untuk itu, masyarakat juga waspada akan kerawanan sosial.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Ida Prahastuti mengaku baru mendapatkan laporan soal kerawanan social yang muncul akibat terjadi PHK. 
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati termasuk korban PHK dalam pencairan JHT termasuk jenis penipuan lainya. “ Ya benar itu terjadi. Ada yang coba-coba nakal ya,” ujarnya. 
Namun disisi lain,sebagai antisipasi Ida juga meminta perusahaan untuk melakukan upaya peningkatan kemampuan pekerja terutama program peningkatan skill yang bersertifikat.
MINGGU, 11 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...