Warga Desa di Manggarai Minta Alokasikan ADD untuk Sarana Air Bersih

Saluran air bersih (ilustrasi)
FLORES — Sejumlah warga masyarakat Desa Jaong di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, meminta pemerintah desa setempat mengalokasikan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2015 ini untuk membangun sarana air bersih. Permintaan ini muncul terkait dengan masih banyaknya warga pada sejumlah wilayah RT di desa tersebut yang belum keluar dari masalah krisis air bersih hingga saat ini.
Salah seorang tokoh masyarakat, Rafael Jerubu mengatakan, pihaknya berharap pemerintah desa segera mengambil keputusan untuk memanfaatkan sebagian dana yang ada untuk membangun jaringan pipa air bersih di wilayah-wilayah RT yang hingga kini masih dilanda krisis air bersih.
“Karena kita sudah bicarakan itu waktu rapat terkait penggunaan dana ini. Ada kesepakatan bahwa nanti sebagian dana ADD ini kita pakai juga untuk bereskan air minum bersih. Makanya kita sekarang tunggu, entah kapan program bangun sarana air bersih itu jadi. ‘Kan uangnya sudah ada. Tinggal saja mau dimanfaatkan atau tidak untuk air bersih,” ungkap Rafael di Golonderu, Rabu (30/09/2015).
Rafael melihat, persoalan kesulitan air bersih yang dialami sejumlah warga di desanya sudah seharusnya mendapat skala prioritas dalam pola pengelolaan ADD. “Karena begini, jangan sampai ada kesan di mata warga, mereka tidak diperhatikan. Kita lihat, beberapa RT lain ‘kan sudah. Tinggal kita punya di sini, RT 003 ini. Atau mungkin tunggu ada pertumpahan darah akibat masalah air baru pemerintah desa ini peduli,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan pula oleh Tobi, Frans, Damianus, Na, dan Kris. Kepada Cendana News mereka mengakui, banyak di antara mereka seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. “Sering terjadi, gara-gara air, ada yang sampai berselisih paham, bahkan bertengkar. Karena kadang-kadang begini. Ketika yang satu tadah air, yang lain datang geser. Mungkin dia  perlu, tapi kita juga  ‘kan begitu, butuh air. Apalagi kalau sudah sore,” ungkap Na dibenarkan keempat warga yang lain.
Terkait dengan persoalan air bersih ini, Damianus mengklaim, tidak karena kekurangan debit air. “Kalau soal debit air, saya kira, masih aman. Yang bikin kita susah itu karena jaringan pipanya belum diatur secara baik. Kenapa daerah lain yang mata airnya kecil ko tidak masalah. Padahal warga yang pakai lebih banyak daripada warga di sini. Tapi saya lihat, tidak susah air bersih. Itu karena mungkin perlu jaringan pipa yang baik dan bangun tambah bak penampung,” tuturnya.
Pantauan Cendana News, sejumlah warga Desa Jaong yang terdapat di wilayah RT 003 desa tersebut tampak masih mengalami kesulitan akan air bersih. Memang jaringan pipa air sebenarnya sudah masuk ke wilayah tersebut dan itulah yang digunakan warga hingga sekarang. Itu pun tampak belum ada jaringan pipa air ke rumah masing-masing warga. Warga masih harus ke tempat air umum untuk mendapatkan air minum, mandi dan kebutuhan lainnya. 

RABU, 30 September 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...