Titiek Soeharto Berkomitmen Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan dan Petani

YOGYAKARTA — Siti Hediati Soeharto, meninjau pembangunan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto di pesisir selatan Kulonprogo, Yogyakarta, Jumat (11/9/2015), sore. Pelabuhan yang telah dibangun sejak 2004 itu, dipastikan akan selesai bulan Desember mendatang. Karena itu, berbagai persiapan perlu lebih dimatangkan guna menyambut era baru perikanan dan kelautan di wilayah tersebut.
Didampingi Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Wakil Ketua Komisi IV yang akrab disapa Titiek Soeharto meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto. Dalam kunjungannya itu Titiek disambut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Andung Prihadi Santoso, yang dengan gamblang menjelaskan proses pembangunan pelabuhan itu. Dikatakan Andung, pembangunan pelabuhan yang dimulai sejak tahun 2000 itu kini sudah mencapai 90%.
Namun demikian, jelas Andung, dalam perjalanannya proyek pembangunan pelabuhan tersebut dengan berbagai alasan sempat hendak dibatalkan pembangunannya oleh Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti. Dengan berbagai daya dan upaya, proyek pelabuhan itu pun bisa terus berlanjut dan dipastikan bisa selesai sesuai target pada bulan Desember 2015. 
“Saya sangat berterimakasih kepada Bu Titiek atas bantuannya di tingkat pusat terkait proyek pembangunan pelabuhan ini”, ucapnya.
Kendati baru sekali meninjau langsung lokasi pembangunan pelabuhan, namun seperti yang diakui Kadinas Kelauatan dan Perikanan Provinsi DIY, juga Bupati Kulonprogo, Titiek mengatakan pihaknya senantiasa memperjuangkan pembangunan pelabuhan tersebut. Meski ada beberapa bidang yang dikeluhkan bukan merupakan wewenangnya. Titiek mengatakan, semua masukan dan kendala yang ada di lapangan tetap disampaikannya ke berbagai lembaga dan kedinasan terkait.
Ditegaskan Titiek, bahwa kesejahteraan para petani dan nelayan telah menjadi komitmen perjuangannya. Karena itu, pembangunan pelabuhan besar di Kulonprogo yang akan berdampak besar terhadap kesejahteraan para nelayan kecil menjadi fokus perhatiannya pula. Titiek mengatakan, jika kendala saat ini yang dihadapi berupa anggaran untuk melakukan pembangunan pemecah ombak dan pengerukan kolam parkir kapal besar berada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Komisi III DPR RI. Namun sekali lagi, Titiek menyampaikan niatannya untuk selalu membantu apa pun yang menjadi kebutuhan petani dan nelayan. “Meski berbeda kewenangan, namun pasti ada jalan lain untuk mengupayakan” jelas Titiek.
Pelabuhan Besar 



Selesai mendengar penjelasan perihal kemajuan pembangunan pelabuhan, kepada sejumlah wartawan, Titiek mengungkapkan apresiasinya kepada semua dinas terkait atas proses pembangunan pelabuhan yang terhitung cepat dan sesuai traget. Ia pun berharap, pada tahap pembangunan pelabuhan yang sudah 90 persen itu pelabuhan sudah bisa dimanfaatkan. Titiek pun optimis, jika pelabuhan itu akan selesai sesuai target pada akhir tahun ini.
Pelabuhan Tanjung Adikarto, memang menjadi harapan besar bagi kesejahteran nelayan dan sumber penghasilan yang besar pula bagi negara. Tak heran, jika semua stackholder berupaya keras untuk mewujudkannya. Pun demikian pula masyarakat sekitar yang dalam sambung rasa bersama Titiek Soeharto mengungkapkan keinginannya untuk segera bisa melihat pelabuhan tersebut beroperasi.
Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto sendiri telah direncanakan sejak tahun 2000. Tiga tahun kemudian, 2004, pembangunan fisik pelabuhan mulai dilakukan. Pelabuhan perikanan yang secara administratif terletak di desa Karangwuni, Wates, Kulonoprogo, Yogyakarta itu luasnya mencapai 83 hektar. Dengan konsep modern dan terintegrasi dengan pembangunan fasilitas pendukung seperti pemecah gelombang, kolam parkir kapal besar, industri pengelolaan ikan, industri pembuatan kapal serta industri alat penangkap ikan, Pelabuhan Tanjung Adikarto diharapkan mampu membangkitkan lagi kekuatan bangsa ini sebagai negara maritim. 
Sebagai pelabuhan berkelas dunia, Pelabuhan Tanjung Adikarto akan mampu menampung kapal besar dengan berat mencapai 200 Groos Ton (GT). Dilengkapi fasilitas air bersih dari air tanah dan pengembangan air bersih PDAM dari Waduk Sermo sepanjang 10 km, Pelabuhan Tanjung Adikarto akan menjadi pelabuhan yang representatif sebagai pelabuhan perikanan internasional. Didukung aksesibilitas transportasi darat yang baik dan mudah dijangkau, Pelabuhan Tanjung Adikarto yang berada di muara Sungai Serang itu terhubung strategis dengan kota-kota Selatan Jawa melalui jalur transportasi regional Selatan Jawa.
Saat ini, pembangunan pelabuhan telah mencapai 90%. Sesuai amanat Gubernur DIY Sultan HB X, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo memastikan pelabuhan tersebut sudah bisa beroperasi awal tahun depan, 2016. Dengan target pengerjaan pengerukan kolam parkir kapal besar rampung pada pertengahan Desember 2015, kata Hasto, kapal-kapal ikan berbobot lebih dari 100 Groos Ton sudah bisa ditampung. Jika kapal-kapal besar akan mendarat di atas kolam parkir itu, sambungnya, maka kapal-kapal kecil milik nelayan dibuatkan tempat pelabuhan di sungai tak jauh dari Pelabuhan Besar Tanjung Adikarto.
Hasto menegaskan, saat ini tahap pembangunan pelabuhan hanya tinggal membereskan tahap finishing. Pengerukan lahan parkir kapal besar sudah dilakukan, sedangkan untuk pembangunan pemecah ombak atau break wather akan dilakukan sambil jalan sebagaimana instruksi Gubernur DIY Sultan HB X. Hasto menegaskan, jika keberadaan pelabuhan itu tidak akan mengeser keberadaan nelayan-nelayan kecil setempat. 
“Justru selama ini nelayan-nelayan setempat sudah dididik dan disiapkan untuk itu”, pungkasnya. 
SABTU, 12 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...