Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional Lampung Merangkak Naik

LAMPUNG — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut dipicu faktor kelangkaan terutama komoditas sayur mayur akibat pengaruh musim kemarau panjang serta menurunnya daya beli masyarakat. Bahkan Dinas Koperasi Perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pesawaran mencatat terjadi kenaikan sebesar 5 persen.
Sekretaris Diskoperindag Kabupaten Pesawaran Lampung, Perliyanto  mengungkapkan, kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional diakui mengikuti mekanisme pasar. Meskipun demikian, Diskoperindag terus melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional, untuk mengantisipasi kenaikan harga yang tak wajar jelang hari raya.
“Kami memantau sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri sudah ada kenaikan kini menjelang Hari Raya Idul Adha pun sudah terlihat merangkak naik sejumlah kebutuhan pokok masyarakat,”ungkap Perliyanto, Rabu (16/09/2015).
Dalam pantauan Diskoperindag, satu minggu jelang Hari Raya Idul Adha,tercatat, harga kebutuhan bahan pokok di 6 (enam) pasar Pemda dan 4 (empat) pasar Desa, mengalami kenaikan mencapai 5 persen. Kenaikan harga tersebut diakui bukan hanya karena faktor menjelang hari raya Idul Adha namun faktor alam menjadi salah satu sebab.
Ia bahkan mengakui, meskipun rata rata kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan, namun ada beberapa kebutuhan lain yang justru mengalami penurunan. Penurunan disebabkan panen yang cukup melimpah terutama di sentra sentra penghasil sayuran seperti Gisting, Liwa yang tak terpengaruh musim kemarau.
“Ada yang beralasan kekurangan pasokan sebagai alasan untuk menaikkan harga, namun tak bisa disangkal ada juga yang harganya turun karena melimpahnya pasokan,”ungkapnya.
Selain harga harga yang naik pada sejumlah komoditas, kenaikan juga terjadi pada jenis makanan, seperti jenis makanan dalam kemasan, baik kering ataupun basah. Namun pihaknya mengaku akan terus memantau kenaikan ini secara periodik, yakni satu kali dalam seminggu.
“Untuk itu kita bentuk tim monitoring  untuk memantau kenaikan harga kebutuhan pokok. Dengan membentuk empat kelompok, yang masing-masing didalam satu kelompok berisikan dua orang,” tandasnya.
Salah satu pedagang di pasar Wiyono, mengungkapkan saat ini terjadi penurunan harga tomat karena melimpahnya pasokan, bahkan harga Tomat 1kilogram hanya mencapai Rp.3ribu. Sementara harga kebutuhan lain seperti ikan, daging ayam serta daging masih cukup tinggi.
“Mendekati hari raya Idul Adha bisa semakin merangkak naik karena harga kan mengikuti hukum pasar mudah mudahan menguntungkan bagi konsumen dan pedagang,”ungkap Sumiatun salah satu pedagang sayur di Wiyono.
Sementara itu di pasar tradisional Pasuruan Lampung Selatan, meski beberapa kebutuhan naik, namun tak menyurutkan minat ibu ibu rumah tangga untuk berbelanja. Saat ini, bahkan kebutuhan harian warga terpenuhi dengan adanya penjual sayur mayur yang masih segar di pasar tersebut, tanpa harus menunggu hari pasaran yang biasa dilakukan pada hari Selasa dan Hari Jumat. Selain kebutuhan sayur, warga biasa membeli kebutuhan beras, cabe, bawang merah, bawang putih, serta kebutuhan lainnya.

RABU, 16 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...