Gunakan Danais, Titik Nol KM Yogyakarta Dipugar

YOGYAKARTA — Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, mulai besok, Kamis (3/9) akan dipugar. Kawasan yang disebut Titik Nol KM itu adalah titik tengah di perempatan jalan di jantung Kota Yogyakarta. Sebagai kawasan yang tak pernah sepi dari wisatawan asing dan domestik, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya mempercantik kawasan itu. Salah satunya dengan memugar jalan aspal di perempatan dan menggantinya dengan batu andesit kuning. 
Kendati hanya merupakan perempatan jalan di pusat kota, Titik Nol Kilometer Yogyakarta terasa istimewa. Selama hampir 24 jam kawasan itu tak pernah sepi dari pengunjung. Mulai dari remaja sampai dewasa, turis asing maupun domestik, dipastikan selalu bisa ditemui di kawasan itu. Mereka acapkali begadang menghabiskan waktu malam, dan duduk bersantai di sejumlah kursi yang ada di sepanjang trotoar dan lesehan. 
Titik Nol Kilometer menjadi menarik karena di seputarannya terdapat bangunan-bangunan heritage yang masih dipertahankan keasliannya. Di sebelah utara perempatan ada Benteng Vredeburg yang pernah menjadi Markas Belanda pada zaman perang kemerdekaan. Lalu di sebelah baratnya ada Gedung Agung yang pernah digunakan sebagai Istana Negara oleh Soekarno pada masa Agresi Militer Belanda I-II (1947-1948). Sedangkan di selatan perempatan di sisi sebelah timur berdiri Kantor Pos Besar dan Gedung Bank Indonesia (BI), serta di sebelah barat sisi selatan jalan ada Gedung Bank BNI. Semua  bangunannya masih asli peninggalan zaman Belanda.
Lalu tak jauh dari perempatan itu, ke arah selatan sekitar 100 meter akan ditemui Keraton Yogyakarta sebagai benteng kebudayaan Jawa yang masih eksis sampai kini. Karena itu, tak berlebihan jika kemudian kawasan Titik Nol Kilometer itu hendak diperindah dengan dana yang cukup besar, yaitu Rp 4,6 Milyar.

Haryadi Suyuti, Wali Kota Yogyakarta saat dihubungi, Rabu (2/9) mengatakan, dana sebesar itu tak diambilkan dari APBD DIY. Melainkan dari Dana Keistimewaan (danais) DIY yang peruntukkannya bagi kegiatan pelestarian seni dan budaya.     

Dijelaskan Haryadi, pemugaraan perempatan jalan Titik Nol Kilometer itu dilakukan dengan mengganti jalan aspal dengan batu andesit berwarna kuning yang didatangkan dari Majalengka, Jawa Barat. Pemasangan batu adesit kuning di bagian tengah perempatan tersebut, dilakukan untuk memperindah kawasan pusat kota tersebut.
Pelaksanaan pemasangan batu andesit akan dimulai Kamis (3/9). Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta bersama Polresta Yogyakarta sejak Selasa (1/9), telah melakukan uji coba pengaturan lalu lintas dan penutupan sebagian arus jalan perempatan yang dipastikan terdampak selama dalam masa pemasangan batu andesit.

Tidak hanya itu, juga telah dipasang sejumlah rambu-rambu berisi imbauan bagi pengendara agar menghindari arah Titik Nol Kilometer untuk menghindari kemacetan. Direncanakan, pemugaran dan pemasangan batu andesit seluas 1.570 meter persegi itu akan selesai pertengahan bulan Desember 2015. 

RABU, 2 september 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...