DPS Pilkada Kabupaten Sleman Menyusut 100 Ribu Pemilih

YOGYAKARTA — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sleman, Yogyakarta, menetapkan data pemilih sementara untuk Pilkada Serentak 2015. Namun ada perubahan pada DPS, yakni mengalami penyusutan dibandingkan dengan jumlah data pemilih pada Pemilu Presiden sebelumnya.
Rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Sementara Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sleman, digelar di ruang rapat KPUD Sleman, Rabu (2/9) siang. Rapat tersebut dihadiri Ketua KPU DIY, Tim Sukses kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati, Panwaslu dan Panitia Pemilihan Tingkat Kecamatan (PPK).
Rapat pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua KPUD Sleman, Ahmad Shidqi, mentepakan sebanyak 778.597 daftar pemlih sementara yang terdapat di 17 kecamatan dan 85 desa serta kelurahan di Kabupaten Sleman. 
Menurut Ahmad, daftar pemilih tetap sementara yang ditetapkan itu, mengalami penyusutan cukup besar jika dibandingkan dengan catatan daftar pemilih potensial yang dimiliki KPUD Sleman digabung dengan data pemilih presiden lalu yang mencapai jumlah 885.283, yakni 106.686 pemilih.
Ahmad menjelaskan, penyusutan data pemilih sementara itu diketahui setelah KPUD Sleman melakukan penyaringan terhadap sejumlah pemilih ganda, pemilih yang sudah meninggal dunia, pemilih yang sudah menjadi anggota TNI, POLRI dan pemilih yang bukan warga domisili Kabupaten Sleman.
Setelah ditetapkan dalam rapat pleno yang berjalan lancar tersebut, Data Pemilih Tetap Sementara (DPS) kemudian diberikan kepada tim sukses pasangan calon yang ikut dalam rapat tersebut.
Sebelumnya dalam kesempatan berbeda, Ahmad Shidqi mengatakan KPUD Sleman telah menargetkan jumlah partisipasi pemilih dalam Pilkada mendatang bisa mencapai 85 persen. Jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah partisipasi dalam pemilihan legislatif lalu yang hanya berkisar 81 persen. Guna mewujudkan tingginya partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2015, KPUD Sleman akan semakin gencar melakukan pendidikan politik kepada pemilih dan melakukan sosialisasi secara efektif. Ahmad berharap, jika peningkatan jumlah pemilih yang ditargetkan tersebut tidak hanya secara kuantitaif, melainkan juga kualitatif.
RABU, 2 september 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...