![]() |
| Kapolda NTB, Brigjen Umar Septono paling kiri |
CENDANANEWS (Mataram) – Memasuki minggu ketiga pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan jelang perayaan hari raya idul fitri, intensitas transaksi keuangan di sejumlah pusat perbelanjaan maupun tempat keramaian lainnya oleh masyarakat yang hendak berbelanja berbagai kebutuhan berpuasa maupun kebutuhan jelang lebaran cukup tinggi dan terjadinya predaran uang palsu (Upal).
“Intensitas transaksi keuangan di pusat-pusat perbelanjaan jelang lebaran biasanya cukup tinggi oleh masyarakat yang berbelanja, karena itu masyarakat saya minta mewaspadai adanya predaran Upal,” kata Kapolda NTB, Umar Septono di Mataram, Sabtu (4/7/2015).
Umar mengingatkan, predaran Upal di pusat perbelanjaan biasanya rawan terjadi pada malam hari dan masyarakat biasanya seringkali lengah saat bertransaksi termasuk juga pemilik toko, kelengahan inilah yang seringkali dimanfaatkan para pelaku kejahatan predaran Upal menjalankan aksinya.
Polri dalam hal ini sudah melaksanakan upaya prepentif dengan melakukan pengawasan, tapi yang jelas peran serta dan partisipasi masyarakat sangat diharapkan, karena dengan begitu praktik kejahatan upal bisa diminimalisir dan cepat ditangani.
“Untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan melihat perbedaan antara uang yang asli dengan uang palsu, BI sudah beberapa tahun ini memperkenalkan cara yang cukup sederhana dan bisa dilakukan siapa saja dengan mudah, yaitu dengan cara 3D yaitu, dilihat, diraba dan diterawang,” ungkapnya.
Uang palsu sendiri adalah uang yang dicetak atau dibuat oleh perseorangan maupun perkumpulan atau sindikat tertentu dengan tujuan uang palsu hasil cetakannya dapat berlaku sesuai nilainya dengan sebagaimana mestinya.
——————————————————-
SABTU, 03 Juli 2015
Jurnalis : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-