![]() |
| Pedagang di Pasar tradisional Balikpapan |
CENDANANEWS (Balikpapan) – Kelompok bahan makanan pada bulan Juni menjadi penyumbang terbesar pada inflasi sebesar 1,23 persen. Dengan persentase tersebut maka inflasi tahun kalender kota mencapai 3,38 dan inflasi tahunan sebesar 8,18 persen.
“Kelompok bahan makanan memberikan andil terbesar terhadap pembentukan inflasi Juni,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Nur Wahid di kantornya, Kamis (2/7/2015).
Nur Wahid menjelaskan, bahan makanan memiliki andil terhadap inflasi yang notabene penyumbang tertinggi yakni sebesar 1,2262 persen.
Disebutkan, komoditi yang memberikan andil besar terhadap inflasi secara signifikan antara lain beras, daging ayam ras, sawi hijau, apel, jagung manis, ikan selar, tude, ikan gembung, ikan layang, kacang panjang dan lainnya. Cabe yang menjadi langganan penyulut inflasi kali ini berkontribusi terhadap deflasi.
Dalam keterangannya Nur Wahid menyebutkan, kenaikan harga harga seluruh kelompok pengeluaran bukan kali pertama. Bulan sebelumnya, hal yang sama berlaku. Akan tetapi tingkat inflasi Juni jelas lebih besar dibanding inflasi Mei yang hanya mencapai 0,75 persen.
“Diperkirakan laju permintaan bahan makanan akan meningkat seiring dengan kebutuhan lebaran,” katanya.
Inflasi secara nasional pada bulan Juni 2015 sebesar 0,54 persen, sedangkan inflasi Provinsi Kalimantan Timur tercatat sebesar 0,93 persen. Diantara kesembilan kota/kabupaten di Kalimantan, seluruhnya menunjukkan tren positif inflasi dimana kota Balikpapan mengalami inflasi tertinggi yakni 1,23 persen. Sementara inflasi terendah terjadi dikota Singkawang yang tercatat hanya 0,06 persen.
——————————————————-
KAMIS, 02 Juli 2015
Jurnalis : Ferry cahyanti
Fotografer : Ferry cahyanti
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-