![]() |
| Tanaman Padi yang diserang hama Sundep |
CENDANANEWS(Lampung) – Diserang hama jenis sundep (Hama jenis ngengat Penggerek Batang Padi), puluhan petani pemilik lahan padi sawah di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung terancam gagal panen.
Secara kasat mata, akibat serangan hama sundep tersebut tanaman padi milik petani Desa Pasuruan terlihat mengering pada bagian batang dan daun padi seperti terbakar berwarna kuning kemerahan. Akibatnya tanaman padi tersebut terancam tidak akan berisi bahkan mengering dan mati.
“Hama ini sudah menyerang sejak padi berumur sekitar 60 hari tapi setiap hari saya semprot dengan pestisida agar berkurang dan jika masih bisa disulam dengan benih baru akan saya sulam,” ungkap Saparudin (56) kepada Cendananews.com saat ditemui di lahan sawahnya Senin (1/6/2015).
Saparudin pun terpaksa rajin memilah milah tanaman padi yanng masih sehat dan yang sudah terserang hama sundep. Ia mengaku masih memiliki harapan meskipun petani lain beberapa diantaranya membiarkan tanaman padi milik mereka dan membongkarnya.
Selain hama sundep ia mengungkapkan bahwa tanaman padi saat ini juga diserang hama keong mas yang bertelur di dahan dahan padi lalu menghabiskan daun dan batang padi yang masih berusia muda serat hama ulat.
“Ini tanamannya banyak yang mati, karena diserang sundep sama ulat dan keong. Jadi kita ini pasti gagal panen,” ujar Sobirin, petani lain yang juga diserang hama sundep.
Serangan hama sundep dan juga Ulat tersebut sudah terjadi sejak sekitar dua minggu terakhir. Dimana tanaman pada milik petani yang ada di desa tersebut kondisinya langsung mengering, padahal usia padinya masih muda. Sementara dibagian lain lahan milik warga Desa Pasuruan yabng luasnya mencapai puluhan hektar diserang hama sundep padahal padi sudah berisi.
Akibatnya padi yang sudah berisi tersebut mengering dan mati. Warga terpaksa gagal panen dan mempergunakan tanaman padi milik mereka menjadi pakan ternak.
“Berbagai macam obat-obat hama sudah kita coba, tapi masih sama saja. Jadi ini yang mati terpaksa kita ambil dahulu,” sambungnya.
Sawah lain yang masih bisa panen dengan serangan hama sundep pun menurut Sobirin dipastikan mengalami penurunan hasil. Akibat serangan hama sundep, ulat dan keong mas itu hasil panen para petani dipastikan akan mengalami penurunan sekitar 50 persen. Biasanya menghasilkan 4 ton dalam satu hektar bisa berkurang.
“Kalau melihat kondisinya seperti ini paling hasil panen gabahnya tinggal dua ton. Makanya ini kita pasti rugi, karena turunnya sampai 50 persennya,” sambung Sobirin.
Dengan kondisi gagal panen akibat serangan tersebut, sejumlah petani yang ada di wilayah Kecamatan Penengahan mengaku pasrah. Mereka hanya bisa berharap saat panen nanti harga gabah tidak turun, supaya para petani tidak mengalami kerugian yang semakin banyak.



——————————————————-
Senin, 1 Juni 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-