Golkar Papua Gelar Uji Kelayakan Kepatutan 38 Calon Kepala Daerah

Beberapa calon Kepala Daerah saat diuji Tim Panelis
CENDANANEWS (Jayapura) — Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Papua menggelar uji kelayakan dan kepatutan bagi 38 calon kepala daerah yang akan masuk dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di sebelas kabupaten kota, bulan Desember mendatang.  
Dari data yang diterima Cendana News, calon Bupati dan Wakil Bupati yang sedang di uji kelayakan dan kepatutannya oleh Partai Golkar provinsi Papua berjumlah 38 calon Bupati dan 2 calon Wakil Bupati dan 8 pasangan calon Bupati Wakil Bupati. Dalam kegiatan tersebut, juga dihadiri Sekertaris badan pemenangan Pemilu DPP partai Golkar, Rumanus Ndau. 
Ketua panitia kegiatan, George Weyasu dalam sambutannya mengatakan dari hasil 10 pasangan kepala daerah, terdapat 8 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Sedangkan duanya masih calon Wakil Bupati.
“Partai Golkar atur berbangga, karena dari 7 kabupaten berkas calon kepala daerah ini ada dua kabupaten yang calon kepala daerahnya perempuan. Dan uji Kelayakan ini akan berlangsung selama dua hari dari hari ini hingga esok,” kata George, Jumat (12/06/2015).
Mekanisme uji kelayakan dan kepatutan, pihaknya berusaha menghindari untuk tidak melakukan pengujian seperti mahasiswa. “Yang ingin dicapai adalah pengujian calon dari komitmen mereka untuk membangun daerah masing-masing. Kami Golkar Papua tidak ingin mempertontonkan perbedaan, apa yang kami hasilkan adalah orang-orang terbaik yang akan bawa kebaikan bagi organisasi yang mengusungnya, tetapi juga untuk daerah dan bangsa ini, proses ini kami lakukan secara terbuka dan tidak sembunyi-sembunyi,” ujarnya.
Disela-sela kegiatan, Koorwil Papua dan Papua Barat EX Ofiicio PLT Ketua DPD I partai Golkar Provinsi Papua Paskalis Kossay mengatakan saat ini ada tujuh kabupaten yang ikuti uji kelayakan dan kepatutan yakni Kabupaten Keerom, Waropen, Supiori, Nabire, Yahukimo, Yalimo, dan Kabupaten Pegunungan Bintang, sedangkan sisanya empat kabupaten akan menyusul jikalau nantinya usulkan nama calon. 
“Sedangkan yang belum ada yakni Kabupaten Asmat, Merauke, Boven Digoel dan Mamberamo Raya,” katanya.
Melalui seleksi terbuka seperti ini, pihaknya wajib menyeleksi calon-calon kepala daerah yang mempunyai kemampuan, kemauan kuat tuk membangun daerahnya. Selain itu, menurutnya, calon kepala daerah juga memiliki keprihatinan di daerah tuk membangun dan menganalisa kesulitan didaerahnya.
“Juga mampu mencari terobosan-terobosan baru demi perubahan di daerahnya. Tipe seperti itu belum tentu kami dapatkan. Tapi, minimal daerah itu ingin kami dapatkan seorang pemimpin kepala daerah,” ujarnya.
Kader-kader yang ada saat ini, diungkapkannya, ada juga kader yang pindahan dari partai lain. Namun, ditegaskannya, tujuan utamanya adalah mencari kader yang mampu atasi daerahnya.
“Kader-kader ini bersaing dan ini terbuka untuk publik, sasaran tujuan kami adalah kader yang mampu mengatasi kesulitan daerah. Oleh karena itu yang terbaik bagi rakyat, terbaik bagi Golkar,” tuturnya.
Soal biaya survei dari para calon? Dikatakan Paskalis, survei dari tim yang terdiri dari perwakilan partai Golkar, Akademisi Universitas Cenderawasih dan Tokoh Masyarakat Papua, seluruhnya akan dibiayai secara patungan bersama oleh seluruh calon Bupati dan Wakil Bupati yang telah mengajukan diri untuk bertarung dalam Pilkada serentak di 11 kabupaten kota.
“Persaingan tetap berlangsung, dalam misi partai tetap satu untuk merangkul kader-kader untuk membesarkan partai Golkar di kemudian hari,” ujarnya.
————————————————————
Jumat, 12 Juni 2015
Jurnalis : Indrayana T. Hatta
Foto : Indrayana T. Hatta
Editor : Sari Puspita Ayu
———————————————————–
Lihat juga...