Semangka Abianbase Bali Tembus Pasar Luar Pulau

Semangka
CENDANANEWS (Denpasar) – Buah-buahan adalah salah satu komoditi pertanian dengan pasar yang menjanjikan di Bali. Selain sebagai makanan favorit lintas usia, buah-buahan juga menjadi media persembahan suci masyarakat Bali dalam setiap ibadah keagamaan dan acara adat.
Petani Semangka dan Melon desa Abianbase, Mengwi menyadari hal ini, sehingga mereka berusaha keras menjadikan menjadikan semangka dan melon sebagai komoditi hasil pertanian sandaran hidup keluarga.
Paulus Sugendro, atau dikenal dengan panggilan Agus adalah penduduk asli Abianbase yang sudah 14 tahun menjadi Petani Semangka dan Melon di area hijau nan subur di jalan Gadung, Desa Abianbase, Mengwi. Tanpa dukungan pemerintah setempat, Paulus mengolah tanahnya dari hanya beberapa are, sampai sekarang sudah mencapai 5 hektar.
Tumpang sari adalah teknologi pertanian yang digunakan Paulus sebagai petani. Sambil menanam semangka Merah, semangka kuning, dan semangka berbiji, ia juga menggunakan lahan sisa untuk di tanami Melon Rock andalannya.
” semangka panen dalam 60 hari, sedangkan Melon butuh 70 hari, jadi tidak beda jauh, jadi sistem tumpang sari saya lancar,” begitu menurut Paulus, ayah dua anak ini di Denpasar, Rabu (13/5/2015).
Untuk bibit, Paulus mendatangkan dari jawa, dan agar tanamannya menghasilkan buah yang baik maka ia menggunakan pupuk Ponska, KCL, dan ZA. Paulus mengolah lahan pertaniannya dengan tenaga dua orang petani per hektar, yang bertugas menyirami tanamannya 3 hari sekali serta memberi pupuk 5 hari sekali.
Kendala terbesar Paulus adalah penyakit cacar atau kerak daun pada semangka dan melon. Namun ia sudah menyiapkan obat-obatan hama pertanian seperti Detan, Rindomil, dan Andrakol.
Semangka dan Melon Paulus Sugendro selain untuk dipasarkan di wilayah Bali, juga sudah mencapai pasar luar pulau, yaitu ke pulau jawa.
” saya tidak menyangka bisa sampai jualan ke luar pulau, tapi jika harga bagus di bali saya lebih memilih memenuhi kebutuhan pasar bali terlebih dahulu, namun permintaan dari luar Bali tetap saya beri kuantitas tertentu agar sama-sama jalan,” tutur pria yang menamakan mobil angkutan hasil pertaniannya dengan “dua arjuna” karena kecintaannya terhadap kedua buah hatinya dirumah.
Melon
————————————————-
Rabu, 13 Mei 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Foto     : Miechell Koagouw
Editor   : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...