| Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan |
CENDANANEWS (Jayapura) – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan mengaku bahwa sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait kedatangan Presiden RI, Jokowi ke Papua.
“Siang ini kami masih melakukan rapat dengan tim pusat dan Paspampres. Tanggal 6 Mei akan ada apel gelar pasukan, lalu tanggal 7 Mei gladi bersih dan tanggal 8 Mei Presiden tiba di Jayapura,” kata Pangdam..
Pihak Kodam XVII/Cenderawasih terus antisipasi sejumlah ancaman yang akan menggagalkan kedatangan presiden. Dan semuanya, menurut Pangdam, pengamanan siap diamankan oleh TNI dan Polri. Lanjutnya, sejumlah titik yang akan dikunjungi Jokowi juga terus disiagakan untuk pengamanan, seperti peresmian gedung IPDN di Expo Waena, mengunjungi pasar mama-mama Papua, peletakan batu pertama venue untuk PON 2020 dan selanjutnya ke Merauke untuk panen raya, setelah itu lanjut Pangdam, kembali ke Manokwari dan Sorong, Papua Barat.
“Kami juga tetap melakukan pendekatan persuasif dan kesejahteraan, bukan lagi pendekatan keamanan, terutama kepada kelompok yang masih berseberangan,” ujarnya.
![]() |
| Dandim 1701 Jayapura, Letkol Inf Yoyok Pranowo |
Sementara Komando Distrik Militer (Kodim) 1701/Jayapura, Letkol Inf Yoyok Pranowo menjelaskan lebih dari tiga titik daerah rawan gangguan keamanan akan disiagakan penuh aparat keamanan.
Disebutkan ada sejumlah titik rawan di wilayah Kota Jayapura, yakni di Perumnas 3, Waena, Lingkaran Abepura, dan Tanah Hitam. Pihaknya terus berkordinasi dengan aparat terkait, Dimana personil organik Garnizun tetap disiagakan.
“Semoga kegiatannya berjalan lancar dan aman. Tidak ada pengamanan yang berlebihan, hanya kami mengantisipasi sejumlah titik yang sering dijadikan kelompok untuk berunjuk rasa dan kami mencegahnya agar, kelompok-kelompok tersebut tidak melakukan unjuk rasa,” kata Yoyok, di Kota Jayapura, Senin (04/05/2015).
Disinggung adanya penolakan kedatangan Jokowi dari sejumlah tokoh agama, menurutnya, kedatangan Presiden Republik Indonesia seharusnya tidak perlu adanya penolakan kedatangan beliau. Apalagi, lanjut Yoyok, kehadiran Jokowi untuk menyelesaikan masalah.
————————————————-
Senin, 4 Mei 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Fotografi : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
