Pak Men Gal

Rusmin Toboali
CENDANANEWS (Cerpen) – Semenjak  namanya masuk dalam bursa pencalonan sebagai Menteri, Kodir mulai menunjukan perubahan dan sikap pergaulan sehari-hari. Pria berbadan tambun yang menjabat sebagai salah satu Ketua Partai ini dikenal sebagai sosok yang sederhana dan ramah dalam lingkungan tempat tinggalnya. Ditempat tinggalnya Kodir dikenal sebagai warga yang dermawan dan suka menolong warga Kampung. Kedermawaanlah yang membuat Kodir sangat terkenal sehingga citra Partainya pun tereskalasi.
Perubahan sikap yang sangat drastis dan berbalik 180 derajat yang ditunjukan Kodir akhir-akhir ini membuat para tetangga dan kolega bertanya-tanya. Tak pelak narasi keherananan pun muncrat dalam kehidupan masyarakat. Sejuta tanya mengapung dalam hati dan jiwa para warga Kampung. Ada apa dengan Kodir?.
” Saya heran dengan perubahan sikap Pak Kodir akhir-akhir ini. Kok tak seperti biasanya. Ramah dan bersahaja,”tanya Mang Wiwid saat mareka sedang berkumpul di warung kopi Mang Jojon.
“Mang Wiwid ini ternyata selalu ketinggalan informasi.Ini akibatnya kalau jarang baca koran dan nonton tipi. Makanya jangan sibuk nyari fulus. Sekali-kali baca koran,” ujar Mang Tahar.
” Benar sekali.Apa Mang Wiwid belum dengar bahwa Pak Kodir akan diangkat jadi Menteri,” tanya Mang No.
” Sudah. Saya sudah mendengar. Tapi apakah dengan menjadi Menteri Pak Kodir harus berubah dan merubah dirinya,”tanya Mang Wiwid. Semua yang ada diwarung kopi Mang Jojon terdiam seribu bahasa. Tak ada yang menjawab.
Perubahan sikap kembali diperlihat  Kodir terjadi saat sholat berjamaah di masjid. Kodir kini selalu tampil di shaf paling depan. Selalu dibelakang Imam. Dan usai sholat Kodir langsung meninggalkan masjid. Tak ada lagi waktu untuk berbasa-basi dengan para jemaah masjid seperti biasanya yang menjadi kebiasaannya selama menjadi warga Kampung. Dan warga kampung mengenal Kodir sebagai warga yang baik, ramah, bersahaja dan pemurah.
Nama  Kodir kembali menjadi buah bibir masyarakat, takkala dalam sebuah berita ditelevisi, dirinya terlihat datang ke istana bersama dengan para petinggi Parpol tempatnya bernaung.” Alhamdulillah,kalau Allah menghendaki akan ada warga Kampung kita yang akan menjadi Menteri. Dan kita sebagai jemaah masjid dan warga Kampung wajib bersyukur dan berbahagia,”ujar Ketua masjid kepada para jemaah usai sholat isya.
” Apa setiap petinggi Parpol ke istana akan menjadi Menteri,Pak Ustad,”tanya Mang Tasan.
“Memang tidak selalu.Tapi  sebagai warga Kampung kita harus bangga dan ikut bahagia kan kalau ada warga kita yang menjadi Menteri. Makanya kita harus selalu berdoa agar Pak Kodir bisa diangkat Presiden sebagai Menteri,” jawab Pak Ustad.
Sebagai petinggi Partai Kodir dikenal sebagai kader yang sangat loyal terhadap ideologi Partai. Kendati banyak lahir Partai baru, namun Kodir tak tergoda untuk hijrah dan berpindah haluan ideologi. Tak pelak sikap konsisitennya membuat Kodir adalah salah satu kader yang sangat diandalkan Partai untuk mengeskalasi citra Partai di masyarakat. Apalagi sikap kedermawanan Kodir membuat masyarakat menjadi dekat dengan Partai Kodir.
Sementara di mata para kader Partai, Kodir adalah kader yang biasa-baiasa saja. Tak ada keistimewaannya. Gagasan dan ide dari Kodir amat jarang terdengar. Baik dalam rapat-rapat Partai maupun media massa. Tak heran pencalonan Kodir sebagai salah satu menteri menyeruakkan sejuta isu miring.
” Apa sih hebatnya Kodir sehingga diusulkan menjadi Menteri,” tanya seorang kader Partai.
‘ Itu kebijakan Partai. Dan ini bukan soal prestasi atau hebat tidaknya Kodir. Ini soal kepercayaan,” jawab kader yang lain.
Seminggu menjelang pengumuman nama Menteri kesibukan dirumah  Kodir tampak ramai. Mobil-mobil mewah berseliweran dan datang silih berganti menuju rumah  Kodir yang terletak diujung kampung. Kesibukan di rumah mewah Kodir pun bertambah seiring dengan makin dekatnya waktu pengumuman nama menteri oleh Presiden. Pengamanan disekitar rumah pun ditingkatkan. Pos pengamanan dibuat. Para Hansip Kampung dibantu kader parpol terus menjaga rumah  Kodir 24 jam . Dan setiap tamu yang datang pun harus mengisi buku tamu. Sebuah kebiasaan baru tentunya bagi warga kampung.
Tengah malam menjelang pengumuman nama Menteri,kehebohan terjadi dirumah Kodir.  Suara sirene mobil Ambulans datang ditengah malam buta yang mengejutkan para warga Kampung yang sedang asyik masyuk di peraduan dan bermimpi tentang masa depan. Para hansip dan kader Parpol sedang menggotong badan tambun  Kodir ke dalam mobil ambulans. Dan dalam hitungan detik, mobil ambulan melaju menuju rumah sakit dengan dikawal para kader Parpol  Kodir.
Paginya menjelang pengumuman nama Menteri oleh Presiden, ada kabar duka yang datang ke telinga warga Kampung secara mengejutkan yang menyatakan bahwa Kodir telah meninggal dunia akibat serangan jantung. Dan kalimat Innalililahi Wainnalililahi Rojiun pun meluncur dari para warga kampung.
Para awak media televisi dan cetak pun meramaikan kampung dan rumah  Kodir. Ada yang siaran langsung dari halaman rumah Pak Kodir. Dari berbagai informasi yang kami dapatkan  Kodir petinggi partai meninggal karena namanya tak ada dalam daftar nama-nama Menteri yang akan diumumkan Presiden sore nanti. Pada sisi lain informasi yang kami terima mengungkapkan data baru bahwa Kodir dicoret Presiden sebagai Menteri karena sering melakukan penindasan terhadap hak-hak warga dengan berbalut sikap kedermawanannya. Dan Presiden tak mau Kabinetnya tercemar oleh perilaku Menterinya yang melanggar hak azazi masyarakat. Demikian informasi ini kami sampaikan. Dari rumah duka, Matyusuf melaporkan untuk Media Ini.  
Sementara di Istana Negara para Menteri sedang mengucapkan sumpah sebagai Menteri Yang dipimpin langsung oleh Presiden. Sedangkan di areal pemakaman tangis dan airmata kesedihan terus jatuh ke bumi dari keluarga Kodir. Mentari makin meninggi. Sinar makin menghangatkan bumi. Areal pekuburan makin menyepi. Sementara di istana kegembiraan terus menyeruak dalam nurani para Menteri yang baru dilantik.
————————————————-
Minggu, 10 Mei 2015
Penulis : Rusmin Toboali
Editor   : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...