![]() |
| Karangan bunga ucapan duka |
Tren
- Anggaran dan Prioritas Riset
- Skoring Digital Prioritas APBN
- Homeless Media dan Penulis Independen
- Pelecehan Santriwati: Hukum Positif dan Islam
- Impeachment–Reformasi Jilid II
- Yaman: Glorifikasi dan Konteks Dalil
- Nahi Munkar Bukan Instrumen Pragmatisme Politik
- Empat Pilar Tegaknya Peradaban
- Pariwisata Halal Indonesia
- Qurban dan “Pembantaian Hewan”
CENDANANEWS (Yogyakarta) – Jenazah Burhan Muhammad, Duta Besar Indonesia untuk Pakistan yang meninggal akibat luka bakar 70 persen akan disemayamkan di Yogyakarta. Burhan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (19/5/2015) pukul 00.50 waktu setempat setelah mendapatkan perawatan selama delapan hari di General Hospital Singapura .
Berdasarkan Informasi dari Kementerian Luar Negeri, Burhan mengembuskan napas terakhir setelah sebelumnya sempat menjalani beberapa kali operasi akibat luka bakar yang serius lebih dari 70 persen. Operasi dilakukan di Singapura setelah pindah perawatan dari Pakistan.
Dubes Burhan menjadi salah satu korban kecelakaan helikopter di wilayah Gilgit, Pakistan pada Jumat 8 Mei 2015. Transportasi udara itu terjatuh akibat masalah teknis pada mesin.
Akibat kejadian tersebut, istri Dubes Burhan, Hery Listyowati meninggal dunia di tempat. Sementara Burhan mengalami luka bakar serius dan segera dilarikan ke rumah sakit setempat.
Kakak ipar Dubes Burhan, Djarot Heru Setiawan, saat ditemui di rumah duka Notoprajan Ngampilan Yogyakarta, Selasa, 19 Mei 2015 membenarkan, bahwa Jenazah Burhan akan disemayamkan di Yogyakarta.
Terlihat rumah duka yang berada di Jalan KH Agus Salim Notoprajan Yogyakarta didirikan tenda untuk para pelayat. Sejumlah karangan bunga juga memenuhi depan rumah duka itu. Padahal, empat hari sebelumnya, puluhan karangan bunga untuk istri Burhan baru saja dibersihkan.
—————————————————-
Selasa, 19 Mei 2015
Jurnalis : Muhammad Natsir
Fotografer : Muhammad Natsir
Editor : ME. Bijo Dirajo
—————————————————-
Lihat juga...