Fenomena Beras Plastik Tingkatkan Penjualan Beras Lokal

Menimbang beras
CENDANANEWS (Denpasar) – Merebaknya isu beras plastik membuat masyarakat lebih berhati – hati dalam membeli kebutuhan pokok satu ini. Konsumen lebih mengutamakan hasil pertanian lokal dibanding beras dari luar pulau. 
Seperti yang diungkapkan Pengecer beras pasar di Sri Kerthi Desa Padang sambian Klod, Denpasar Barat, Ibu Sulis. Disebutkan, pasca kasus beras plastik terjadi penurunan beras yang berasal dari luar Bali.
“Namun berbanding terbalik dengan penjualan beras lokal Bali yang berasal dari Negara, Tabanan, dan Singaraja yang menjadi pilihan utama dari pembeli,”katanya.
Disebutkannya, beras lokal Bali memberi angin segar dari segi peningkatan penjualan ditengah menurunnya beras lainnya. Meski meningkat secara signifikan tapi telah memberikan kontribusi yang lumayan untuk usaha beras ecerannya.
“Meski belakangan toko sembako saya sepi, tapi beras lokal Bali memberi angin segar dari segi peningkatan penjualan,”katanya.
Setali tiga uang, Ibu Yoga pedagang sembako di ujung pasar juga mengeluhkan hal yang sama, namun ia bersyukur dengan naiknya penjualan beras lokal Bali.
Namun nada berbeda disebutkan pedagang lainnya, Komang menyebutkan, beras lokal Bali mengalami peningkatan penjualan, namun Mereka tidak mengalami penurunan penjualan yang signifikan dari barang dagangan lainnya. 
“hal ini karena toko nya berada di pintu masuk pasar, jadi lebih mudah diakses oleh pembeli,”katanya.
Beragam penyebab menurunnya penjualan sembako khususnya beras di tingkatan pengecer harus disikapi aktif oleh pemerintah, karena harapan para pedagang beras ini hanya satu yaitu pemerintah harus tegas menangani setiap permasalahan yang berkaitan dengan sembako. Hal ini demi menjaga stabilitas peredaran barang dipasaran juga tentunya.

——————————————————–
Jumat, 22 Mei 2015
Jurnalis     : Miechell Koagouw
Fotografer :Miechell Koagouw
Editor       : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...