| Ketua Komisi VI Hafisz Tohir |
Tren
- Antek Asing vs Resiprositas
- Pola Kritik Era Prabowo
- Ekonomi Ramadhan
- BEM dan Mental Inlander
- LPDP Prioritas Aktivis
- Ekonomi Pancasila dan Implementasinya
- “Diplomasi Proyek” Presiden Prabowo
- Koperasi Merah Putih: New KUD?
- Ramadhan: Ibadah Individual Energi Peradaban
- Imkanur Rukyat, Wujudul Hilal, Rukyatul Global: Makna Hukum Paling Dekat
CENDANANEWS (Jakarta) – Semakin memanas, Tudingan Pengamat Ekonomi Faisal Basri terhadap Mantan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa sebagai biang kerok tata kelola bauksit dianggap hanya isu murahan yang sengaja disetting.
Bahkan Ketua Komisi VI Hafisz Tohir menuduh Faisal Basri membawa pesanan dari pihak tertentu untuk meraih keuntungan.
“Dugaan saya Faisal Basri membawa pesan asing untuk mengeruk kekayaan negara,” kata Hafisz Tohir di Jakarta, Rabu (27/5/2015).
Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, seharusnya Faisal Basri itu bersyukur dengan terbitnya Permen smelter. “Karena secara jangka panjang negara menjadi untung bukan buntung,” ujarnya.
Disebutkan, selama ini industri pertambangan di Indonesia sudah banyak dikeruk oleh pihak-pihak asing untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Belum lagi banyak pihak asing yang tidak mengindahkan masalah ekspor biji mentah sebelum membangun smelter.
“Selama ini kita selalu dibohongi asing terus dengan melepas begitu saja bahan bahan mineral mentah (raw material),” tutupnya
——————————————————-
Rabu, 27 Mei 2015
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa,
Fotografer : dpr.go.id
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...