| Ketua Komisi VI Hafisz Tohir |
Tren
- Perayaan Maulid Nabi dan Social Engineering
- Ketika Budi Arie Mencuri Angle Politik Jokowi dan Prabowo Menuju 2029
- Maulid Nabi dan Antibodi Peradaban
- Indonesia Berhasil Dekolonialisasi
- Belasan Triliun Danais, Mengapa Rakyat Sulit Mengakses?
- Road Maps Integrasi Indonesia-Dunia Islam
- Dari Government Program Menjadi Public Project
- Negara-Negara Muslim Pasca Pakta Mekah
- Karang Taruna: Liga Olahraga dan Seni Budaya
- Bukan Dinastinya, Melainkan Monopolinya
CENDANANEWS (Jakarta) – Semakin memanas, Tudingan Pengamat Ekonomi Faisal Basri terhadap Mantan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa sebagai biang kerok tata kelola bauksit dianggap hanya isu murahan yang sengaja disetting.
Bahkan Ketua Komisi VI Hafisz Tohir menuduh Faisal Basri membawa pesanan dari pihak tertentu untuk meraih keuntungan.
“Dugaan saya Faisal Basri membawa pesan asing untuk mengeruk kekayaan negara,” kata Hafisz Tohir di Jakarta, Rabu (27/5/2015).
Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, seharusnya Faisal Basri itu bersyukur dengan terbitnya Permen smelter. “Karena secara jangka panjang negara menjadi untung bukan buntung,” ujarnya.
Disebutkan, selama ini industri pertambangan di Indonesia sudah banyak dikeruk oleh pihak-pihak asing untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Belum lagi banyak pihak asing yang tidak mengindahkan masalah ekspor biji mentah sebelum membangun smelter.
“Selama ini kita selalu dibohongi asing terus dengan melepas begitu saja bahan bahan mineral mentah (raw material),” tutupnya
——————————————————-
Rabu, 27 Mei 2015
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa,
Fotografer : dpr.go.id
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...