Syauqi, Sang Aremania Cilik Penabuh Drum

Syauqi Rizkissallam

CENDANANEWS (Malang) – Ada yang menarik saat para Aremania turun ke jalan kemarin dalam aksi penolakan terhadap pembekuan PSSI. Di antara kerumunan massa terdapat seorang penabuh drum yang mengiringi Aremania menyanyikan lagu-lagu, bukan orang dewasa, namun Aremania cilik yang dengan lincah dan penuh semangat menabuh drum, dia adalah Syauqi Rizkissalam Aremania cilik asal Buring.
Syauqi yang masih berumur 9 tahun ini terlihat sangat semangat ketika menabuh drumnya. Meskipun sudah hampir satu jam namun tidak nampak sedikitpun terlihat raut wajah yang lelah. Meski beberapa kali orang tuanya menanyak kepada dirinya “apa tidak capek?” tapi Syauqi tetap menjawab “tidak”, sambil terus menabuh drum. 
“Syauqi ini memang anaknya gak pernah capek, sebenarnya tadi ini dia baru pulang kursus renang tapi langsung minta di ajak kesini. Tadi juga rencananga meminta untuk membawa drum sendiri dari rumah, tapi tidak saya perbolehkan karena membawanya susah” ujar Imam, ayah Syauqi.
Syauqi Rizkissalam adalah anak kedua dari pasangan Imam Syahrudi dengan istrinya. Menurut Imam, dia sekeluarga memang senang menonton bola terutama Arema. Hampir setiap ada pertandingan Arema, dia bersama istrinya selalu mengajak Syauqi untuk menonton pertandingan. Mungkin dari situ Syauqi juga ikut-ikutan menyukai Arema. Saat diajak menonton pertandingan Arema di stadion Kanjuruhan, Syauqi pasti meminta duduk di paling depan dekat pagar, bahkan dia sering berdiri dibawah dirigen Aremania Yuli Sumpil. Dan jika dia diberi kesempatan untuk menabuh drum, dia tidak akan segan-segan untuk melakukannya, ujar Imam kepada Cendana News.
Sejak kecil Syauqi memang senang memukul-mukul barang yang ada di sekitarnya. Kemudian beranjak besar, Syauqi meminta ke ayahnya untuk dibelikan drum sendiri, Imampun dengan segala upaya memenuhi keinginan sang anak, cerita Imam.
Imam menjelaskan meskipun sudah memiliki drum, tapi Syauqi belum pernah diikutkan kursus musik karena biaya kursus musik mahal, tuturnya. Selama ini Syauqi hanya belajar drum sendiri dirumah, dia sudah mempunyai bakat sejak kecil. 
“Mungkin bakat Syauqi ini diturunkan oleh Kakekya yang juga pemusik, karena saya dan istri justru tidak ada yang bisa memainkan alat musik”, ujar Imam.
Syauqi yang masih duduk di kelas 3 SD ini, selain suka menabuh drum juga hobi bermain bola. Rencananya oleh orang tuanya, Syauqi akan di masukkan ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Arema namun karena umurnya sekarang yang masih belum mencukupi, akhirnya diarahkan masuk ke kursus renang terlebih dahulu.
“Nama Syauqi Rizkissallam menurut Imam memiliki arti Kerinduanku pada yang memberi keselamatan. Nama ini diberikan karena butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan Syauqi. Oleh karena itu jarak usia Syauqi dengan kakaknya terpaut cukup jauh, ujar sang Ayah.

———————————————-
Minggu, 26 April 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...