Pameran Batu Akik dan Batu Mulia Jadi Magnet Masyarakat

CENDANANEWS (Jayapura) – Bumingnya batu akik di se-antero wilayah Indonesia, dalam beberapa bulan terakhir juga menjadi magnet bagi seluruh masyarakat Kota Jayapura, terbukti dalam Pameran Batu Akik dan Batu Mulia yang berlangsung di Papua Trade Center (PTC) Entrop, Jayapura Selatan di padati ribuang pengunjung setiap harinya.

Pameran batu akik yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Jayapura ini menjadi pusat perhatian masyarakat di ibukota Provinsi Papua.

Bagaimana tidak, pameran dengan dua kategori yakni kategori batu asal Papua (lokal) dan kategori Nusantara (luar Papua) yang di gelar sejak, Jumat (24/04/2015) kemarin dan akan berakhir hari Minggu (26/04/2015) menampilkan, memamerkan serta menjual ribuan bongkahan batu Akik dan batu Mulia.

Dari pantauan media ini di lokasi pameran, tepatnya di ex-pasar Papua Trade Center (PTC) Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Terlihat ratusan orang setiap jamnya rela berhimpit-himpit tuk berburu batu akik dan batu mulia.

Setiap stan yang disediakan panitia penyelenggara, nampak, kesibukan para peserta memoles cincin batu akik yang dipesan para pembeli. Berbagai macam jenis batu asal Papua ini harganya bervariasi mulai dari ratusan ribu, jutaan, puluhan juta, bahkan pemecah rekor hingga miliaran rupiah.

 Ketua panitia penyelenggara, Gunandar menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk memamerkan batu dari Papua kepada seluruh masyarakat. Dari data panitia, sebanyak 67 kelompok yang ikuti lomab batu akik.

“Ada 67 stan yang ikut perlombaan batu akik yang pesertanya dari berbagai Distrik, bahkan ada juga dari Kabupaten Jayapura, Kalau ditambah yang tidak ikut lomba bisa ditotal sekitar 100 stan,” kata Gunandar, Sabtu (25/04/2015).

Panitia juga menyajikan berbagai macam makanan dan minuman ciri khas Makassar, Sulawesi Selatan, seperti Coto Makassar, Sara’ba dan lainnya. Tak hanya ciri khas makanan dan minumannya, para penjual juga mengenakan pakaian adat baju Bodoh yang terkenal dari negeri Sultan Hasanuddin, dengan ciri khas pantai Losarinya.


Salah satu pengunjung, Erni kepada media ini mengaku sangat terhibur dengan adanya pameran tersebut. Malam minggu ini ia bersama keluarga menjadikan lokasi pameran sebagai hiburan untuk memberikan kesegaran mata mereka, sambil melihat-lihat batu yang dipamerkan.

“Ada hiburan band juga, anak saya suka di pameran ini. Kami nongkrong di sini saja sampai puas dan lanjut pulang kerumah,” kata Erni.

——————————————————-
Minggu, 26 April 2015
Jurnalis : Indrayadi T. Hatta
Fotografi : Indrayadi T. Hatta
Editor : Sari Puspita Ayu
——————————————————-
Lihat juga...