Oemy Facessly, Pelestari Seni Tradisi Dari Balikpapan

Tari Daerah 

CENDANANEWS (Balikpapan) – Seni tari, seperti halnya kesenian pertunjukan lain di Balikpapan mengalami masa keemasan pada era 1980-an. Pada saat itu banyak bermunculan kelompok seniman yang mencuri perhatian. Ada Studio 73, Hitam Putih, Alliance Dance, Marlion Dance, Rya Dola, Auto 2000, Candra Wirapati, Dendys, Awi Studio, Nirmala, dan masih banyak lagi.
Kelompok ini sering melakukan pementasan di acara-acara khusus kesenian, maupun resepsi seremonial pemerintahan. Akan tetapi, seiring derasnya budaya luar, sedikit demi sedikit peminat seni tradisi menurun. Di tengah merosotnya minat kaum muda mempelajari seni warisan leluhur, Oemy Facessly terus menghidupkan seni tari tradisional.
Wanita kelahiran Bogor, 21 September 1960, yang menggandrungi budaya melayu itu, membentuk sebuah sanggar tari yang eksis selama 25 tahun, A&R Studio. “Saya berusaha mencari, menggali dan memberikan sentuhan berbeda terhadap seni kuno agar seni tradisional tetap mendapat tempat di hati masyarakat, terutama anak mudanya,” kata ibu tiga anak ini.    
A&R Studio telah mengkreasikan sedikitnya 10 jenis tarian daerah, menciptakan lagu dan musik, juga busana untuk penari. Jenis tari kreasi yang diciptakan antara lain; tari Jepen Rebana, Lenggang Baimbai, Tempurung, Eksotika Borneo, Jepen Kerincing, Lenggang Balikpapan dan sebagainya.
Oemy sedang memberikan instruksi

Tarian klasik Melayu, Jepen, dipadu dengan gerak kreasi baru serta busana dan musik pengiring kekinian, membuatnya tetap bertahan di tengah terjangan K-Pop yang melanda kebanyakan remaja Balikpapan.
Studio ini menolak eksklusivitas. Mereka membuka diri terhadap perkembangan teknologi. Situs berbagi video terpopuler sejagat, YouTube, menjadi salah satu sarana menyebarkan kreasi. Para penari juga memanfaatkan televisi untuk mengirim pesan kepada masyarakat: seni tradisi masih hidup di Balikpapan.
Oemy Facessly, mampu merebut hati remaja yang kala itu gandrung dengan break dance, modern dance dan seni kontemporer lainnya–, untuk membawakan tari daerah.
Pengikut sanggar seni ini datang dari berbagai latar belakang, dari pelajar, anak putus sekolah, pekerja kantoran, buruh hingga pengangguran. Mereka bisa bergabung dengan studio ini karena ‘Ibu’ begitu Oemy Facessly biasa disapa anak didiknya, tak pernah menarik bayaran.
Namun syarat lain wajib dipenuhi untuk setiap remaja yang ingin menjadi murid sanggar seni ini, yaitu: disiplin dan ijin orangtua. Dalam sepekan, mereka berlatih 3 kali, dan tak boleh terlambat. Kewajiban lainnya adalah tampil di lingkungan tempat tinggal pada perayaan kemerdekaan, jika diperlukan.   
Berawal dari rumah dinas di komplek Perwira Kodam IX Mulawarman (kini Kodam VI Mulawarman), rumah kontrakan di Jalan Pangeran Antasari, Karang Rejo, hingga menetap di jalan Pupuk, ribuan remaja telah merasakan sentuhan tangan dingin Oemy Facessly.
Tidak hanya menguasai seni tradisional dan kreasinya, secara tidak langsung sanggar tari A&R Studio telah menghindarkan para remaja dari aktivitas negatif, membentuk karakter dan ikut melestarikan budaya bangsa.

Beberapa penghargaan diperoleh Oemy, antara lain sebagai “The Most Inspiring Women Award 2013 oleh Lembaga Anugrah Prestasi Insani bekerjasama dengan Harian Umum Swara Nasional Pos dan Warta Merdeka atas dedikasinya yang secara konsisten melestarikan Seni Budaya Daerah.

———————————————-
Selasa, 21 April 2015
Jurnalis : Ferry Cahyanti
Fotografer : Ferry Cahyanti
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-
Lihat juga...