Lebih dari Empat Kabupaten di Papua alami Gangguan Jaringan Telkomsel


CENDANANEWS (Jayapura) – Lebih dari empat Kabupaten / Kota di Provinsi Papua mengalami gangguan layanan komunikasi data, antara lain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Jayawijaya, Asmat dan wilayah Pegunungan Tengah lainnya. 

“Gangguan tersebut disebabkan putusnya kabel optic bawah laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) antara Biak dan Jayapura,” kata General Manajer Informasi Komunikasi dan Teknologi wilayah Regional Maluku-Papua, Permata J. Simarmata dari rilis yang dikirim ke sejumlah wartawan di Kota Jayapura, Senin (20/04/2015).
Gangguan ini, lanjut Simarmata, mengakibatkan berkurangnya kapasitas akses data melalui kabel optik sebesar 2 Gbps. Sedangkan untuk akses komunikasi suara atau (voice) dan tulisan (teks) tetap normal.
“Saat informasi ini disampaikan, proses mitigasi dan penanganan gangguan sudah dilakukan dan dialihkan ke media transmisi satelit dengan kapasitas yang sama sebelum menggunakan SMPCS,” ujarnya.
Pihaknya menjamin bahwa layanan komunikasi selular tetap dapat beroperasi baik melayani pelanggan yang berada di luar zona gangguan. “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan, terutama yang terdampak pada gangguan yang terjadi sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dalam menggunakan jasa layanan telekomunikasi bergerak,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah warga Kota Jayapura  mengeluh terganggunya jaringan komunikasi data akibat kabel Fiber Optik kabel laut antara Biak – Jayapura terputus sejak, Senin (20/04/2015) pagi mengakibatkan gangguannya komunikasi data se-Kota Jayapura.
Riyanto Nay, salah satu pengguna telepon seluler yang aktif kerja gunakan jaringan GSM Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) mengeluhkan lambatnya jaringan yang ia terima saat melakukan koneksi ke internet.
“Hari ini saya tidak mengerjakan pekerjaan saya seperti biasa, karena sejak pagi saya belum bisa konek internet. Semoga telkomsel dapat atasi amsalh ini secepatnya,” kata Nay sapaan sehari-harinya.

———————————————-
Selasa, 20 April 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...