Kualitas Jelek Harga Gabah di Lombok Tengah Murah

Seorang petani nampak sedang menjemur padi yang baru saja dipanen[Foto:CND]
CENDANANEWS (Lombok) – Penyakit puso dan wereng yang menyerang ribuan hektar tanaman padi masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Nusa Tenggara Barat (NTB) selain menyebabkan hasil panen petani berkurang, juga menyebabkan kualitas gabah petani menjadi kurang bagus sehingga berdampak juga terhadap harga gabah petani menjadi murah.
Lia Istiani, petani asal Desa Mangkung, Kabupaten Lombok Tengah, mengatakan musim panen tahun ini bisa dibilang kurang menguntungkan bagi sebagian besar petani, sudah hasil panen yang diperoleh sedikit, harganya juga anjlok, tidak sebanding dengan luasan lahan yang digarap, sangat jauh dari yang diharapkan.
“Saya sendiri memiliki lahan garapan sekitar satu hektar lebih, yang biasanya kalau tidak terkena penyakit puso atau wereng, gabah yang didapat bisa mencapai 4-5 ton, tapi sekarang hanya dapat 2 ton lebih sedikit, sangat jauh berbeda, hal inilah yang kemudian menyebabkan kualitas gabah menjadi jelek dan sudah pasti berdampak terhadap rendahnya harga gabah” kata Lia ditemui di Desa Mangkung, Senin (13/4/2015).
Sementara itu, H. Marzuki, pembeli gabah petani mengatakan, kualitas gabah musim panen sekarang memang kurang bagus, sehingga memang sangat berpengaruh terhadap harga gabah, sebab meski bagaimanapun sebagai pembeli juga tidak mau mengambil resiko, jangan sampai merugi.
Menurut Marzuki, harga pembelian gabah petani disesuaikan dengan harga di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog), jangan sampai kita sudah beli mahal, sesampai digudang dibayar murah bahkan bisa ditolak memasukkan gabah, kalau kualitasnya buruk, belum lagi biaya pengangkutan yang sudah dikeluarkan.
“Prinsipnya sama-sama saling menguntungkan, petani ingin untung kita juga ingin untung, petani tidak mau merugi, demikian halnya dengan pembeli,”katanya.
Saat ini,  gabah di Kabupaten Lombok Tengah sendiri berkisar di antara 350 sampai 400 ribu per kwintalnya, padahal kalau musim panen tahun sebelumnya harga gabah bisa mencapai 500 ribu.

———————————————————-
Senin, 13 April 2015
Jurnalis : Turmuzi
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...