Konsistensi Yayasan Damandiri dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat

CENDANANEWS (Kulonprogo, DI Yogyakarta) – Pemerintah daerah Kabupaten Kulonprogo bersama-sama dengan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI), dan 10 Perguruan Tinggi pendamping Posdaya di Yogyakarta semakin gencar mencanangkan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Tindakan konkrit yang dilakukan adalah dengan melakukan penandatanganan MOU yang diadakan di Gedung Kaca Kompleks Pemda Kabupaten Kulon Progo, pada hari Selasa (14/4/2015).
Hal menggembirakan dari gerakan ini adalah mulai adanya dukungan konkrit dari pihak swasta dalam turut serta mengentas kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh Group Toko Moders Alfamart Yogyakarta.
Bertempat di Gedung Kaca Kompleks Pemda Kabupaten Kulonprogo Solokhin selaku wakil dari Alfamart Yogyakarta menjelaskan bahwa sudah banyak Alfamart yang berstatus TOMIRA.
“Di Kulon Progo ini sudah ada beberapa gerai toko Alfamart yang kepemilikannya sudah bukan milik Alfamart Group, tapi sudah diakuisisi menjadi Toko Milik Rakyat (TOMURA), dimana kepemilikannya merupakan milik KUD (Koperasi Unit Desa) atau pun BUMDes (Badan Usaha Milik Desa”
   
Dengan adanya ‘TOMIRA’ ini di harapkan,Toko Modern bukan menjadi ‘pembunuh’ toko kecil dan Pasar Tradisional, tetapi justru mampu menjadi “Bapak Asuh” dan rekanan dalam membangun kesuksesan usaha retail di wilayah Kabupaten.
“Komposisi saham dari alfamart sendiri hanya 30-40% bahkan ada yang hanya 10%, selebihnya milik KUD atau BUMdes. Tangung jawab kita, tetap menyeragamkan bentuk gerai dan menjalankan manajemen sesuai konsep Toko Modern” tambah Sholikin.
Bapak Haryono Suyono selaku Ketua Yayasan Damandiri menyambut baik program ini karena memiliki dampak positif. Dari pola kerjasama tersebut bisa memberikan ruang bagi hasil pertanian dan produk-produk UKM di Pasar Modern di wilayah Kabupaten Kulonprogo.
Dengan pola kerjasama ini, Posdaya dan pihak Perguruan Tinggi bisa berkontribusi dengan memberikan pendampingan dan pola asuh pada toko-toko kecil atau pengecer untuk meningkatkan kualitas produksinya yang dengan sendirinya peningkatan kualitas produksi akan mempengaruhi perolehan keuntungan.
Ada penampilan yang menarik dalam Acara Penandatanganan MOU ini adalah pagelaran seni yang ditampilkan oleh waria yang tergabung dalam Bina Asuh. Bina Asuh diprakarsai oleh Posdaya Yogyakarta. Bina asuh ini sebuah pola asuh yang dilakukan khusus untuk para waria agar memiliki ketrampilan sehingga mampu memiliki profesi yang lebih manusiawi, sehingga kaum waria tidak lagi menjadi bagian dari masyarakat yang seringkali dipandang sebelah mata oleh masyarakat lainnya. 
Beberapa produk UKM yang masuk Pasar Modern di DI. Yogyakarta

—————————————————–
Rabu, 15 April 2015
Jurnalis : Muhammad Nasir/Bang Nasir
Fotografi : Muhammad Nasir/Bang Nasir
Editor : Sari Puspita Ayu
——————————————————
Lihat juga...