Kisruh Rektor IAIN Mataram Belum Layak Jadi UIN

Institut Agama Islam Negeri Mataram
CENDANANEWS (Mataram) – Kisruh pemilihan rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram yang berdampak pada penundaan pelantikan rektor terpilih, Prof. Muhammad Taufik, dinilai Anggota Komisi VIII DPR RI, Rahmad Hidayat  sebagai bentuk belum siapnya berganti status menjadi Universitas Islam Negeri.
“Kalau konflik dan kekompakan antara pejabat dan dosen dinternal saja sampai sekarang masih berlansung, bagaimana mungkin mau melakukan perubahan dan alih status dari IAIN menjadi UIN Mataram, benahi dulu persoalan diinternal baru bicara soal perubahan, itulah kenapa saya katakan IAIN masih belum layak dan pantas jadi UIN” kata Rahmat di Mataram, kemarin.
Lebih lanjut Rahmat mengatakan, bagaimana mungkin kampus yang dipenuhi kaum intelektual seperti IAIN Mataram, tidak juga mampu menyelesaiakan kisruh yang terjadi, kisruh yang terjadi di IAIN juga terkesan bermuatan politis.
“Jangan disamakan dong antara Perguruan Tinggi (PT) dengan lembaga politis, PT itu sebagai lembaga akademis, bukan lembaga politis tempat berebut kekuasaan dan cari jabatan,”katanya.
DPR RI dari komisi VIII sendiri, kata Rahmad termasuk dewan penyantun IAIN Mataram telah menemui Kementerian Agama untuk meminta klarifikasi terkait kisruh penundaan pelantikan rektor IAIN Mataram dan Kemenag sendiri berjanji akan segera melantik rektor terpilih sebagai rektor definitif.
Akibatnya kisruh tersebut, sampai saat ini IAIN Mataram belum memiliki rektor difinitif, dan hanya dijabat bekas rektor lama sebagai Pejabat sementara.

———————————————-
Rabu, 15 April 2015
Jurnalis/Photo : Turmuzi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...