Amerika Hibahkan Rp130Miliar Cegah Anak Stunting di Sulbar

CEO MCC-United State [Foto:CND]

CENDANANEWS (Mamuju) – Amerika Serikat kembali menggelontorkan dana hibah untuk masyarakat Sulawesi Barat. Kali ini Amerika melalui program Millennium Challange Account (MCA)-Indonesia menyiapkan dana sekitar 130 Milliar untuk proyek kesehatan dan gizi berbasis kemasyarakatan. 
Rabu (1/4) tim MCA-Indonesia dan CEO MCC-United State Dana J,Hyde mengunjungi dusun boadao, desa bambu, kecamatan mammuju, kabupaten Mammuju Sulawesi Barat. Desa ini adalah desa percontohan program perbaikan gizi berkelanjutan untuk mencegah stunting.
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Di wilayah kecamatan mammuju ini ditemukan 2 orang anak kasus stunting.
Kasus ini sangat serius. Riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat prevalensi stunting nasional mencapai 37,2 persen, meningkat dari 2010 35,6 persen dan 2007 36,8 persen. Artinya, pertumbuhan tidak maksimal diderita oleh 8,9 juta anak Indonesia, atau satu dari tiga anak Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara seperti Myanmar 35 persen, Vietnam 23 persen dan Thailand 16 persen.
Kepala dinas kesehatan kabupaten Mamuju Ahmad azis mengatakan jika hibah Amerika ini sangat tepat dimana saat ini pemerintah sedang serius pada percepatan peningkatan gizi melalui program 1000 hari pertama kehidupan.
“Kami berharap melalui program ini, kedepan tidak akan ditemukan lagi anak kurang gizi dan kasus stunting” tegas Ahmad.
Lanjut Ahmad, Pemerintah Provinsi Sulbar akan mendukung penuh program MCA ini dengan harapan tujuan hakikinya tercapai yakni bagaimana menurunkan angka kematian ibu, anak dan bayi.
Sementara itu, Direktur Bina Gizi Kementrian Kesehatan, Doddy Izwardy mengatakan jika program ini sangat membantu percepatan program pemerintah untuk meningkatkan perbaikan gizi di Indonesia. Memberikan gizi yang layak selama 1000 hari sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun adalah investasi paling efektif bagu perkembangan fisik dan otak anak.
“Jika ini dilakukan secepatnya, maka kedepan tidak akan ada anak stunting dan bergizi kurang, yang ada anak yang siaap menghadapi tantangan dengan otak yang cerdas dan fisik yang sehat” terang Doddy.
CEO MCC, perwakilan pemerintah Amerika, Dana J. Hyde menjelaskan jika melalui hibah ini diharapkan memperbaiki sektor kesehatan, peningkatan kualitas kader dengan pemberian pelatihan dan konseling. Jika semua berjalan bersama akan mendapatkan hasil yang diinginkan.
“Saya akan mereplikasi program ini untuk bisa dilakukan di daerah lain di Indonesia” tegas Dana.
Program ini juga diharapkan dapat menjangkau 5.026 desa dan memberikan pendapatan tambahan dan penghematan uang sehingga membawa manfaat besar bagi seluruh keluarga di 11 provinsi di Indonesia yang menjadi lokasi proyek.

———————————————————-
Kamis, 2 April 2015
Jurnalis : Bayu Firmansyah
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...