CENDANANEWS – Université de la Nouvelle-Calédonie (UNC) yang merupakan satu-satunya Universitas Negeri di New Caledonia, Noumea berencana membuka dua jurusan bahasa asing selain Bahasa Inggris, dan salah satunya Bahasa Indonesia. Hal tersebut mendapatkan tanggapan Positif dari Konjen RI untuk Negara yang terletak di sub-benua Melanesia di Samudra Pasifik sebelah barat daya.
Saat Rektor UNC, Gäel Lagadec, menemui Konjen RI Noumea, Widyarka Ryananta dirinya menyebutkan, UNC akan mempelajari dan mengkaji secara lebih mendalam kemungkinan membuka jurusan Bahasa Indonesia di UNC (Université de la Nouvelle-Calédonie).
“Meskipun UNC berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Prancis, namun saya ingin membawa menjadi universitas yang berintegrasi dengan universitas di kawasan Pasifik,” kata Gäel
Sementara itu, Konjen RI Noumea menyambut baik rencana UNC serta menjelaskan Bahasa Indonesia telah digunakan oleh lebih dari 280 juta orang. Saat ini, Bahasa Indonesia juga dipelajari di berbagai universitas di Australia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Inggris, bahkan Ukraina.
Disebutkan, di Prancis, Bahasa Indonesia diajarkan di tiga universitas yaitu National Institute of Oriental Languages and Cultures, the University of Le Havre, dan the University of La Rochelle. Selain itu, penggunaan Bahasa Indonesia juga tidak asing di Kaledonia Baru dengan keberadaan lebih dari 7,000 keturunan Indonesia. Dengan latar belakang tersebut, Konjen Widyarka menyampaikan gagasan agar UNC dapat mempertimbangkan untuk membuka jurusan Bahasa Indonesia.
Tidak hanya itu, Konjen Widyarka juga menyampaikan informasi Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) 2015 yang ditawarkan Pemerintah Indonesia kepada para dosen, calon dosen, maupun pegawai pemerintah negara sahabat. Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi memberikan perhatian terhadap peningkatan hubungan kerja sama dengan negara di kawasan Pasifik, termasuk wilayah New Caledonia.
Rektor Gäel Lagadec menyanggupi untuk meneruskan tawaran beasiswa program master ini, kepada civitas akademika UNC. Lagadec yang baru satu setengah tahun menjabat ini, sangat mendukung apabila ada mahasiswanya yang ingin meneruskan kuliah ke luar negeri, karena dengan demikian semakin membuka wawasan mereka terutama dalam menyikapi isu-isu global.
UNC merupakan satu-satunya universitas negeri di New Caledonia. Dipengaruhi oleh kondisi wilayah New Caledonia yang berupa kepulauan, UNC menitikberatkan pada penelitian ilmu kelautan, lingkungan dan biota bawah laut, termasuk isu pemanasan global, melalui kerja sama dengan dua lembaga penelitian asal Prancis, IRD (Institut de Recherche pour le Développement), dan IFERMER (Institut Français de Recherche pour l’Exploitation de la Mer).
Dibangun di atas lahan seluas 14,5 hektar, UNC dilengkapi dengan tiga ruang auditorium, lima laboratorium, perpustakaan dan asrama yang dapat menampung 600 mahasiswa. Terdapat 107 dosen dan 101 tenaga administrasi. Mahasiswanya berjumlah sekitar 3,200 orang yang mayoritas berasal dari komunitas Melanesia dan Prancis, Walis dan Futuna dan puluhan mahasiswa asing, terutama dari Eropa yang mengikuti program beasiswa Erasmus Mundus.
Cukup banyak diaspora keturunan Indonesia yang kuliah di UNC dan kebanyakan dari mereka mengambil jurusan ekonomi atau science terapan dengan prestasi akademik di atas rata-rata. Terdapat seorang mahasiswa Indonesia, Niken Financia Gusmawati saat ini sedang menempuh program S3 Ecole Doctoral jurusan Pòle Pluridisciplinaire de la Matière et de l’Environment.
———————————————————- Rabu, 11 Maret 2015 Sumber : Kemlu Editor : ME. Bijo Dirajo ———————————————————-