CENDANANEWS – Menjaga lingkungan pinggir pantai, Pemerintah Provinsi Riau terus mengupayakan hutan mangrove menjadi salah satu prioritas dalam pengembangannya. Dan saat ini pelindung pantai dari abrasi tersebut luas mencapai 143 ribu hektar.
“Selain itu, Provinsi Riau bakal menjadi pusat riset dan pengembangan Hutan Mangrove di Pulau Sumatera,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskalut), Surya Maulana, seperti disadur dari riau.go.id, Sabtu (14/03/2015).
Dia menjelaskan, saat ini hutan mangrove di beberapa daerah pesisir di Riau masih terjaga kelestariannya.
“Dengan kondisi itu, Kita berharap Riau menjadi sentra riset, pembelajaran pengembangan mangrove di Sumatera. Karena masih ada 143 ribu hektar mangrove di Riau,”jelas Surya, Selasa (10/3).
Surya memaparkan, dari beberapa daerah di Riau, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merupakan daerah yang paling luas hutan mangrove-nya, yakni mencapai sekitar 105 ribu hektar. Inisiasi program pengembangan mangrove ini menurutnya sudah dimulai. Dengan mulai melakukan indentifikasi potensi hutan mangrove di Riau.
“Tahun 2015 ini, kita menargetkan sudah bisa masuk dalam APBN,” jelasnya.
Surya menambahkan, sebelum itu juga akan dilakukan restorasi mangrove di bagian tertentu. Selanjutnya, membangun pengelolaan seperti, pusat-pusat pembelajaran dan eko wisata alamnya. Dia berharap, program ini dapat berjalan dengan baik.
“Kita berharap ini bisa terwujud, terlebih jenis mangrove di Riau ini ada enam jenis, ini merupakan yang terlengkap di Indoensia. Untuk tahap awal, tahun ini program itu telah kita laksanakan di Pulau Cakung dan Pulau Cawan,”harapnya.
———————————————————-
Sabtu, 14 Maret 2015
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-