Pasar Dadakan, Mengais Rezeki dari Karyawan Pabrik

Pedagang berbagai macam buah di Simpang Taruna Cilincing Jakarta Utara [Foto: CND]

CENDANANEWS – Kawasan Jalan Raya Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara terlihat sepi kala pagi dan siang hari, namun suasana tersebut akan berubah seketika saat ribuan karyawan dari berbagai perusahaan yang ada di kawasan  yang dinamakan pasar bulog. Di wilayah tersebut adalah arae di sekitar PT Kawasan Berikat Nusantara(KBN) yang rata rata merupakan perusahaan garmen berskala ekspor.
Kawasan tersebut merupakan kawasan para pekerja dari berbagai daerah di seluruh Indonesia meliputi Pulau Jawa, Sumatera bahkan hingga Sumbawa. Jalan Tipar Cakung yang memiliki lebar kurang lebih 6 meter tersebut akan selalu padat bahkan macet pada sore hari. Kemacetan lebih disebabkan oleh karena para pekerja yang pulang serentak dan juga ratusan kendaraan lalu lalang yang menjemput ribuan karyawan ke berbagai wilayah di Jakarta Utara.
Kemacetan makin parah dengan munculnya para pedagang dadakan yang rata rata memenuhi jalan di sekitar KBN tersebut. Para pedagang rata rata menyediakan kebutuhan sehari hari para buruh yang ada di kawasan tersebut. Berbagai macam pedagang yang terlihat diantaranya menjual barang barang kebutuhan karyawan baik yang sudah berwujud masakan jadi maupun sayuran maupun lauk pauk.
Salah seorang pedagang, Mimin (34) yang memilih untuk berjualan di lokasi yang dikenal dengan nama Simpang Taruna Kelurahan Sukapura Jakarta Utara mengaku sudah berjualan di lokasi tersebut sejak 3 tahun lalu. Mimin mengaku menjual sayur serta kebutuhan sehari hari para karyawan yang rata rata pulang dari pabrik saat sore hari.
“Kalau pagi kami jualan di tempat lain masih di Jakarta Utara juga, tapi jika sore hari lokasi jualan yang pas di sini karena ribuan karyawan pulang dan membeli persiapan untuk makan malam,” ungkap Mimin kepada Cendananews.com Kamis (20/3/2015).
Mimin hanya salah satu pedagang yang berjualan kebutuhan para karyawan di kawasan tersebut. Pedagang lain yang juga berjualan di kawasan tersebut diantaranya Yanti (30) yang berjualan makanan matang yang dibungkus berupa sayur dan lauk pauk sehingga karyawan tak perlu repot memasak.
Selain Mimin dan Yanti, puluhan pedagang  yang ada di kawasan tersebut diantaranya berbagai macam pedagang buah buahan. Musim buah buahan di Pulau Sumatera terutama duku dan rambutan membuat para pedagang banyak menjual buah duku, rambutan yang sedang “banjir”. Harga buah duku pun bervariasai dari mulai harga Rp10.000,- hingga turun di harga Rp5.000,- tergantung jenis dan kualitasnya.
“Kami berjualan di sini duku asli Palembang dan Jambi,mencari nafkah dengan berjualan buah buahan saat para karyawan pulang kerja dari pabrik,” ungkap Ahmada dan Sopian yang sama sama menjual buah buahan di kawasan tersebut.
Dari pantauan Cendananews.com, kawasan di sekitar Jalan Raya Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara didominasi oleh para pekerja yang menggantungkan hidupnya dari sektor industri. Tak jarang buruh pabrik garmen yang ada di kawasan tersebut mendominasi berbagai macam kontrakan, tempat kos yang ada di wilayah tersebut.
Pasar dadakan yang berada di wilayah tersebut menjadi harapan para karyawan yang sudah klelah bekerja saat pulang dari pabrik. Para pekerja secara berangsur akan pulang dari pukul 16:00 sampai jam 20.00.
“Kalau tidak sempat memasak di kontrakan kami biasanya membeli makanan jadi, tapi kalau lagi tidak lembur dan bisa masak di kontrakan kami biasanya membeli sayuran dan lauk untuk dimasak,” ujar Ratmi salah seorang buruh pabrik dari Jawa Tengah yang bekerja di KBN.
Ia dan beberapa kawannya mengaku terbantu dengan kehadiran para pedagang tersebut meskipun dengan keberadaan para pedagang mengakibatkan kemacetan parah pada saat jam jam sibuk terutama saat pulang kerja.

———————————————————-
Jumat, 20 Maret 2015
Jurnalis/Foto : Henk Widi
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...