Padi Organik Dikembangkan di Lampung

CENDANANEWS– Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan yang berada di kaki Gunung Rajabasa dipilih sebagai Demplot padi organik karena ketersediaan sumber mata air dari Gunung Rajabasa cukup baik sehingga meskipun musim kemarau masih bisa menanam dengan adanya saluran irigasi. Daerah yang dipilih untuk pengembangan padi organik yakni di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan dan Desa Taman Baru.
Bahkan padi organik yang ditanam sudah beberapa kali panen dalam masa panen di tahun 2015 ini setelah di tahun sebelumnya telah dilakukan perdana padi organik di Desa Pasuruan. Padi yang dipanen tersebut merupakan binaan BP4K Lamsel, Dinas Pertanian dan Holtikultura Lamsel di demonstration plot padi organik kelompok tani Minang Jaya dengan luas lahan sekitar 1 hektar.
Ketua kelompok tani Minang Jaya di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Wagiyo mengaku sudah mendapat pesanan beras organik. Pesanan beras organik tersebut menurut Wagiyo berasal dari Jakarta.
“Untul tahap awal ada salah satu distributor beras organik di Jakarta minta dikirim 1 kuintal untuk sampel. Selanjutnya jika kualitasnya bagus mereka minta satu ton beras organik dari Penengahan, ” ungkap Wagiyo kepada Cendananews.com Sabtu (7/3/2015).
Wagiyo mengaku menanam padi organik di lahan seluas 1 hektar pada tahap awal. Ia bersama sekitar 20 orang anggota kelompok tani Minang Jaya menanam padi organik varietas pandan wangi. Harapannya ke depan ia bisa mengajak petani lainnya untuk menanam jenis padi organik.
“Padi organik saat diolah menjadi beras memiliki nilai jual hampir dua kali lipat dari beras non organik,” ujar Wagiyo.
Kelompok tani ini ke depan akan lebih meningkatkan lagi luasan lahan yang akan ditanam padi organik untuk menambah pendapatan bagi petani.
Selain Wagiyo kelompok tani lainnya di Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan juga membudidayakan padi organik sehingga luasan lahan padi organik di Kecamatan Penengahan mencapai 3 hektar.
Wagiyo pun menambahkan padi organik yang ditanamnya merupakan varietas pandan wangi. Tanaman padi tersebut ditanam mulai 21 November 2013 dan dipanen setelah umur 110 hari. Padi varietas pandan wangi yang ditanamnya ditanam dengan jarak 25 cmx 25 cm hingga jarak 50×50 cm.
“Kami tidak menggunakan zat zat kimia hanya menggunakan pupuk buatan sendiri. Hasilnya cukup bagus dan biaya operasional yang kami gunakan juga lebih murah dibandingkan memakai pupuk, pestisida kimiawi, ” ujar Wagiyo.
Penanaman padi organik miliknya merupakan satu cara untuk mengurangi penggunaan pupuk serta pestisida berbahan kimia. Sebab padi organik yang baik dihasilkan dengan menggunakan pupuk organik padat dari kompos yang aman, tidak berbahaya. Sedangkan penggunaan pestisida juga menggunakan pestisida nabati.
Sementara itu dari pantauan Cendananews.com, selain petani padi organik, di Kecamatan Penengahan juga sedang dilakukan pemananen jenis padi varietas Ciherang dan IR 64. Warga mengaku hasil panen kali ini mengalami penurunan akibat hama burung pipit serta wereng.

———————————————————-
Sabtu, 7 Maret 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...