Kios Kios Agro Bisnis Makin Menjamur

Kios Agro Bisnis [Foto: Cendananews – Hendricus Widiantoro/3/15]

CENDANANEWS – Kios kios berjajar di pinggir pinggir Jalan Lintas Sumatera, Terkadang truk truk bak terbuka, maupun truk truk bak tertutup berjajar di depan kios kios tersebut. Kios tersebut menampung bermacam macam hasil bumi yang ada di desa desa, kampung kampung yang ada di Lampung Selatan, Provinsi Lampung yang kaya akan hasil bumi abik sayur mayur, buah buahan serta hasil kebun yang dibutuhkan di kota kota baik Tangerang, Bekasi, maupun wilayah Jakarta.
Salah satu kios yang yang sudah berdiri sejak lima tahun lalu dimiliki oleh salah seorang warga bernama Muhidin (32). Ia mulai menekuni usaha membeli hasil bumi dari kampung kampung bahkan memiliki karyawan bagian “keliling” untuk mencari komoditas yang laku dijual di Jakarta.
“Barang dagangan yang laku kan tergantung musim mas, kalau musim jengkol ya jengkol, petai ya kita cari petai. Kalau yang selalu ada hampir tiap hari kelapa tua yang sudah dikupas, kelapa muda serta sayur sayuran,” ungkap Muhidin kepada Cendananews.com Jumat (13/3/2015).
Awal usahanya tersebut sebenarnya hanya kebetulan dan melihat peluang saat dirinya bekerja sebagai kernet kendaraan ekspedisi. Saat dirinya bekerja di Bekasi 6 tahun lalu ia bahkan sempatr mengangkut buah buahan, kelapa serta komoditas pertanian dari Lampung yang dibawa ke Jakarta. Dari situlah dia bisa melihat harga yang ada di Jakarta, Bekasi dan sekitarnya.
“Saya berpikir kenapa saya tidak bikin tempat penampungan sendiri karena peluang masih terbuka lebar dan saya tak perlu mengeluarkan modal banyak,” ujar Muhidin.
Bersama sang kakak serta saudara sepupunya mereka sepakat membuat sepetak ruanagn beratapkan seng untuk penampungan. Sang kakak biasanya mencari kelapa, adiknya sayur sayuran dan dirinya mencari berbagai jenis komoditas yang musiman seperti jengkol, petai durian dan lain lain yang laku dijual.
“Kami kumpulkan di sini dan jika sudah cukup banyak maka mobil yang biasa membawa barang ke arah Sumatera dalam keadaan kosong mereka akan mencari muatan agar ada tambahan untuk uang jalan,” ungkap Muhidin.
Dari pantauan Cendananews.com di sepanjang Jalan Lintas Sumatera usaha sejenis ini semakin menjamur. Bahkan tak mengherankan tulisan “Ada Muatan” dipasang di pinggir jalan depan kios saat sudah ada muatan.
Kios kios agro bisnis patut disematkan bagi kios kios semacam tersebut karena rata rata menampung komoditas agro: pisang, kelapa, buah buahan, jengkol, petai, cabai, bumbu bumbuan, durian serta berbagai macam sayuran.
Saat ditanya harga saat membeli komoditas tersebut Muhidin yang juga diamini oleh sng adik Ahmad (29) mengaku biasanya sudah membuat daftar harga yang dipasang di kios. Harga tersebut mengikuti standar harga jual yang ada di Jakarta dan sekitarnya.
“Kalau permintaan sedang banyak dan stok sedikit otomatis hukum ekonomi berlaku dan harga akan naik,” ujar Ahmad.
Tak hanya kelapa, bahkan nangka muda pun dibeli dengan harga Rp1.500,- per kilogramnya, jengkol dengan harga Rp4.000,- per kilogramnya, petai 1 empong seharga Rp30.000,-  serta komoditas lainnya.
Dari usaha tersebut Muhidun mengaku bisa mengkredit sebuah mobil pick up untuk distribusi dari kampung ke kampung mengambil komoditas pertanian dari para petani. Muhidin mengaku usaha tersebut semakin membuat para petani, warga lebih menghargai tanaman yang ada di kebun mereka.
“Dulu banyak tanaman buah, atau hasil kebun seperti tidak ada harganya, kini saat transportasi lancar dan banyak yang kirim ke Jakarta buah seperti nangka sudah laku apalagi jadi bahan baku masakan Padang yang laku di Jakarta,” ujar Muhidin.
Usaha tersebut juga telah melatih anak anak muda yang menganggur bisa membantunya bekerja dengan berkeliling mencari komoditas yang dibutuhkan di Jakarta. Meski sederhana tapi kios miliknya dan kios kios lain yang ada di daerah Penengahan Lampung Selatan adalah kios kios agro bisnis yang menggeliatkan perekonomian warga.
Terkait hal tersebut Camat Kecamatan Penengahan Lukman Hakim mengaku sangat bangga dengan geliat ekonomi warganya. Usaha wiraswasta yang ditekuni warganya telah mampu membantu meningkatkan ekonomi warganya.
“Banyak yang beli maka warga lain akan bersemangat menanam, siklusnya saling menguntungkan dan akan memacu ekonomi warga di Kecamatan Penengahan ini. Apalagi Kecamatan penengahan dikenal sebagai sentra produksi pisang,” ujar Lukman Hakim.

———————————————————-
Jumat, 13 Maret 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...