
Pada edisi Minggu ini, mengupas tentang Leyla Hana, Penulis muda, cantik, keibuan dan cerdas. Memutuskan sebagai penulis kisah remaja tentu bukan tanpa alasan.
“Alasan saya menulis novel remaja karena saya pertama kali menulis saat usia remaja (13 tahun), jadi cerita-cerita yang saya tulis pun bertema remaja. Jika di usia sekarang (32 tahun), masih menulis novel remaja, itu karena saya ingin memperkaya khazanah literatur fiksi remaja. Berbagi inspirasi, motivasi, dan semangat kepada adik-adik remaja. Bahwasanya kita bisa menyelipkan pendidikan yang baik ke dalam novel fiksi, karena remaja lebih suka membaca novel fiksi daripada nonfiksi” Jelasnya.