Abdullah Mansuri, dari dan untuk Pedagang Pasar Tradisional Indonesia

Abdullah Mansuri

JUMAT, 23 JANUARI 2015

INSPIRASI—Abdullah Mansuri, lelaki kelahiran Rembang dilahirkan oleh seorang Ibu yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang di pasar tradisional. 

Dari Ibunda tercinta, Mansuri sering mendengar permasalahan demi permasalahan yang harus dihadapi oleh pedagang pasar tradisional. Mansuri merasakan langsung bagaimana perjuangan para pedagang melalui pengalaman sang ibu.

Waktu membawanya ke Jakarta, profesinya sebagai kontraktor memberikan kehidupan yang baik dan bisa dikategorikan mapan untuk kategori pendatang di Ibukota.

Kemapanan tak lantas menyurutkan kepeduliannya pada pedagang pasar tradisional memang sulit untuk dihapuskan begitu saja. Terlebih setelah ada di Jakarta, Mansuri melihat permasalahan semakin kompleks. 

Dari latar belakang itulah, maka Mansuri menggagas berdirinya Ikatan Pedagang Pasar Tradisional. Kepedulian yang tidak hanya sekedar teori tetapi juga tindakan. DPP IKAPPI di bawah kepemimpinan Abdullah Mansuri telah banyak melakukan advokasi dan edukasi bagi pedagang pasar tradisional di Jakarta. 
Sebagai organisasi yang tidak mau menjual diri demi uang, tentu perjuangan Abdullah Mansuri bersama IKAPPI bukanlah perjuangan yang mudah, berbagai penghalang telah dilewati, berbagai rintangan telah ditaklukkan, dan hasil dari kegigihan serta konsistensi. Kini dalam jangka waktu 5 tahun, IKAPPI telah memiliki anggota tetap di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Abdullah Mansuri tetap didaulat sebagai Ketua Umum, bukan hanya sekedar karena Mansuri-lah penggagas berdirinya IKAPPI tetapi karena gaya kepemimpinannya yang menjadikan seluruh anggota sebagai keluarga besar. “Jabatan hanyalah pelengkap struktur organisasi tapi semua anggota IKAPPI memiliki posisi yang setara sebagai keluarga besar.,” tuturnya.

Keluarga besar yang terdiri dari berbagai latar belakang suku dan agama, keluarga besar yang konsisten mempejuangkan hak para pedagang pasar tradisional, keluarga besar yang tak bisa dicerai berai oleh kepentingan diluar tujuan utama IKAPPI. 

Perjuangan Abdullah Mansuri memang didedikasikan untuk Ibunda tercinta, tetapi hasil dari perjuangannya telah dinikmati oleh begitu banyak pedagang pasar tradisional di seluruh Nusantara.

“Berjuang karena cinta akan sangat berbeda hasilnya jika dibandingkan berjuang karena harta,” demikian yang selalu Abdullah Mansuri sampaikan. (Sari Puspita Ayu)

Perjuangan dari Jalanan Hingga Senayan

Lihat juga...