Pasca-Agresi Militer Belanda yang kedua, pada 19 Desember 1948, Letnan Kolonel Soeharto yang membawahi Brigade x mulai melakukan konsolidasi, memperkuat sektor-sektor pertahanan sekaligus membahas strategi serangan balasan.
Agresi Militer kedua pada 19 Desember 1948 sempat menimbulkan kekecewaan di tengah-tengah masyarakat. Untuk mengembalikan kepercayaan rakyat, dibutuhkan sebuah gerakan yang besar, yakni serangan balasan.
Setelah sukses meningkatkan perekonomian masyarakat lewat pengembangan sektor pariwisata di desa Samiran Selo, Boyolali, Yayasan Damandiri kembali akan menjalankan program Desa Cerdas Mandiri Lestari
Hasil rasionalisasi beberapa resimen di Yogyakarta, Resimen 21 dan 22 digabung menjadi satu, menjadi brigade 10 yang diserahkan kepada Letnan Kolonel Soeharto sebagai pemimpin. Brigade X membawahi 4 batalyon.
Presiden Soeharto dalam video HUT ke-46 WEHRKREISE III mengatakan, melalui jalur diplomatik, lahirlah perundingan Linggarjati pada tanggal 10-15 November 1946