Di Masa Pak Harto, Bekasi Jadi Lumbung Padi Jabar

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Tokoh Jawara Bekasi, Jawa Barat, Damin Sada, mengaku prihatin terus berkurangnya areal pertanian sawah di wilayah kabupaten. Lahan terus tergusur oleh tembok perumahan dan ribuan petani jadi pengangguran.

“Zaman Soeharto dulu, Bekasi adalah lumbung padinya Jawa Barat, hampir sama dengan Karawang. Lima tahun ke depan kita tidak lagi dapat melihat lahan hijau tanaman padi, karena tergerus oleh tembok perumahan,” ungkap Damin Sada, kepada Cendana News, Senin (9/3/2020).

Damin Sada, tokoh Jawara Bekasi, menyoroti banyaknya terus berkurangnya areal persawahan petani di utara Kabupaten Bekasi, Senin (9/3/2020). -Foto: M. Amin

Dikatakan, jaringan irigasi tersier yang dibangun di era Soeharto sebagai fungsi sarana pelayanan air di areal persawahan masih berfungsi dengan baik. Namun demikian tandasnya, areal persawahan hanya tinggal berapa persen saja.

“Jadi, lima tahun ke depan banjir di Bekasi ini bukan berkurang. Tapi akan bertambah karena tempat air banyak ditimbun, areal yang dulunya sawah sudah berdiri rumah,” ujarnya.

Padahal lanjutnya sistem areal persawahan di Bekasi menggunakan sistem teknis melalui jalur khusus untuk mengairi persawahan dengan jaringan teknis untuk mempermudah petani, setiap waktu untuk menanam padi bahkan setahun bisa tiga kali panen.

Tentunya berbeda dengan tani tadah hujan yang hanya mengandalkan pertanian di musim hujan. Sementara di Bekasi sendiri terutama di wilayah utara, teknis jaringan irigasi sudah dibangun sejak zaman Orde Baru, harusnya bisa dimanfaatkan atau diperbaiki lagi bukan dibangun perumahan.

“Mana janji, negara mau membuat sawah 3 jutaan, yang ada saja malah digusur. Maka saya katakan program sawah 3 juta hektare hanya omong kosong, melihat kondisi yang ada di Bekasi,” tukasnya mengaku ada lahan yang dulunya sangat bagus di jadikan perumahan dan diresmikan oleh Presiden sendiri di Kabupaten Bekasi.

Damin Sada, ingin kejayaan Bekasi sebagai salah satu lumbung padi seperti di zaman Soeharto bisa kembali terwujud. Dia mendesak pemerintah bisa memerhatikan nasib petani yang harus kehilangan mata pencaharian akibat terus berkurangnya areal sawah.

Bekasi yang dulunya sebagai lumbung padi kini sudah menjadi kawasan industri. Ribuan karyawan tersebut tentunya ingin memiliki rumah. Tak heran jika areal sawah sekarang banyak berdiri tembok perumahan.

“Ironis bukan, ribuan pabrik  berdiri di Bekasi pengangguran terbanyak se-Jawa Barat adalah Bekasi. Terlebih lagi bahkan ada puluhan ribu hektare lahan sawah terus habis, ratusan ribu orang petani yang akan nganggur, akan menjadi petaka baru di utara Bekasi,” tukas Jawara Bekasi tersebut.

Diketahui, saat ini banyak petani yang sudah menggarap sawah di areal milik perusahaan dengan sistem sewa atau bagi hasil. Mereka hanya memanfaatkan lahan sebelum dibangun.

“Ini, kami hanya menggarap lahan milik perusahaan. Jarang sawah di Bekasi ini dimiliki perorangan, hampir semua sudah milik perusahaan,” ujar Malik, petani di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi

Lihat juga...