PRESIDEN SOEHARTO BEBERKAN KEJADIAN-KEJADIAN SEBELUM SERANGAN UMUM 1 MARET 1949

Presiden Soeharto Beberkan Kejadian-kejadian Sebelum Serangan Umum 1 Maret 1949

Setalah Bung Karno dan Bung Hatta atas nama rakyat Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, rakyat bertekad sehingga berpedoman “Merdeka atau Mati” akan mempertahankan kemerdekaan itu. Rakyat juga bertekad untuk berjuang dengan segenap kemampuan, yang pada dasarnya terbagi atau dua pilihan, berjuang dengan senjata yang ada menghadapi senjata canggih Belanda, serta berjuang menggunakan jalur diplomatik.

Presiden Soeharto dalam video HUT ke-46 WEHRKREISE III mengatakan, melalui jalur diplomatik, lahirlah perundingan Linggarjati pada tanggal 10-15 November 1946 antara Indonesia dan Belanda yang kemudian diingkari oleh pihak Belanda yang tujuannya adalah menguasai kembali daerah-daerah yang dulunya mereka kuasai.

Perundingan yang kedua dinamakan Perundingan Renville berlangsung di Kapal Renville dari tanggal 8 Desember 1947-17 Januari 1948 menghasilkan kerugian-kerugian bagi bangsa Indonesia.

Selain menghadapi serangan-serangan dari pihak Belanda, Pemerintahan Indonesia juga harus menghadapi serangan dari pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia untuk melakukan pemberontakan di Madiun tahun 1948.

“Tapi syukur Alhamdulillah, bahwasanya pemberontakan itu dapat diatasi meski belum tuntas karena adanya aksi Belanda yang ke dua,” sebut Pak Harto dalam video HUT ke-46 WEHRKREISE III.

Lihat juga...