PRESIDEN SOEHARTO: BRIGADE X HAMBAT PERGERAKAN BELANDA DI YOGYAKARTA
Hasil rasionalisasi beberapa resimen di Yogyakarta, Resimen 21 dan 22 digabung menjadi satu, menjadi brigade 10 yang diserahkan kepada Letnan Kolonel Soeharto sebagai pemimpin. Brigade X membawahi 4 batalyon.
Dalam video HUT ke-46 WEHRKREISE III, Presiden kedua Republik Indonesia, Jenderal Besar HM Soeharto menyebutkan, Brigade X ditugasi untuk mengadakan perlawanan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setelah itu ditugasi untuk mempersiapkan perlawanan di daerah Yogyakarta, sekaligus menghambat serangan dari Belanda.
“Maksudnya untuk memberikan kesempatan kepada Jogja ntuk mengunsi pemerintahannya dan maupun bumihagus,” sebut Pak Harto.