Sedikitnya 14 orang Palestina cedera, termasuk dua wartawan dan tiga petugas paramedis. Mereka diterjang peluru aktif dan peluru logam berlapis karet, saat tentara Israel menyerang orang Palestina yang ikut dalam sebuah aksi protes.
“Dari 95 orang yang cedera tersebut, 26 ditembak oleh tentara Israel dengan menggunakan peluru aktif, sementara yang lain menderita sesak nafas setelah menghirup gas air mata”, kata Ashraf Al-Qedra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan.
Pasukan Israel membunuh dua orang Palestina, dan melukai puluhan lainnya. Hal tersebut terjadi dalam unjuk rasa mingguan di perbatasan Jalur Gaza, Jumat (17/8/2018).
Lebih dari 95 persen pabrik industri di Jalur Gaza telah menghentikan aktivitas produksinya. Hal itu dilakukan akibat penutupan tempat penyeberangan komersial Kerem Shalom yang berada di antara Israel dan daerah kantung pantai tersebut.
Sukarelawan Indonesia yang menetap di Jalur Gaza, Palestina, Abdillah Onim menyatakan, bantuan kemanusiaan dari Tanah Air masih dibutuhkan di Gaza. Hal itu dikarenakan, dampak blokade yang dilakukan Israel masih dirasakan warga di Gaza.